Konten Media Partner

Komunitas Trail Pasang Ban Mobil Bekas di Lokasi Kecelakaan Bus Tabrak Tebing

Tugu Jogjaverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ban mobil bekas yang dipasang komunitas trail di Bantul usai terjadi kecelakaan maut bus tabrak tebing. Foto: istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Ban mobil bekas yang dipasang komunitas trail di Bantul usai terjadi kecelakaan maut bus tabrak tebing. Foto: istimewa.

Kecelakaan maut di Bukit Bego Jalan Dlingo-Imogiri di Padukuhan Karangbuweng, Kalurahan Wukirsari Kapanewon Imogiri, Bantul mengundang keprihatinan berbagai pihak. Selain bersimpati ke korban, warga juga prihatin dengan terus berulangnya kecelakaan di kawasan tersebut.

Salah satu komunitas trail di Bantul mengumpulkan ban mobil bekas di lokasi kecelakaan maut tersebut. Mereka membuka donasi ban mobil bekas.

Anggota Trail Adventure Bantul IOF 2x1 Rus Susanto mengatakan, ban bekas yang mereka kumpulkan tersebut akan diletakkan di tepi jalan di kaki tebing. Ban mobil bekas ini akan digunakan untuk bamper/barier kecelakaan.

"Di sini sering terjadi kecelakaan dan tak sedikit yang fatal. Maka kami pasang ban mobil bekas," ujar dia, Selasa (8/2/2022).

Menurut dia pemasangan ban bekas lantaran di Bukit Bego kerap terjadi kecelakaan yang memakan korban jiwa. Dan insiden kecelakaan kemarin membuat 13 orang wisatawan meninggal dunia.

Ban bekas tersebut diharapkan mampu mengurangi fatalitas sebuah kecelakaan. Dengan pemasangan ban bekas diharapkan bisa mengurangi efek bila terjadi kecelakaan.

"Ini sama seperti ban bekas yang ada di sirkuit balap," kata dia.

Ban bekas tersebut bertujuan untuk mengurangi efek jika terjadi kecelakaan. Sehingga kecelakaan yang terjadi tidak separah peristiwa maut hari Minggu kemarin di mana menewaskan 13 orang penumpang bus.

"Jadi kami buat seperti bantalan sehingga kendaraan tidak langsung membentur tebing,"ujar pria yang akrab dipanggil Jemblung itu.

Ide tersebut muncul setelah melihat sirkuit balap di mana di sepanjang lintasan diletakkan ban bekas agar terlalu keras saat terjadi benturan. Adapun jumlah ban bekas yang terkumpul sampai saat ini sebanyak 500 ban.

Pihaknya membutuhkan seribu ban bekas. Nantinya ban-ban bekas itu akan disusun mengikuti kontur Bukit Bego. Bukit itulah akan jadi patokannya di mana ketika dipasang ban bekas akan mengurangi jumlah korban.

Ban-ban tersebut nantinya akan ditata mengikuti bentuk seperti kontur bukitnya. Setelah itu akan dicat sehingga nantinya ban tersebut akan menambah keindahan kawasan wisata tersebut.

Ia memperkiraian panjang ban bekas yang disusun sepanjang 20 meter. Kemudian akan disusun secara rapat dan diikat memakai tali di mana ban-ban yang di dalam disusun rapat, yang diluar akan diikat pakai tali agar tidak hilang.

"Soalnya kalau enggak ditali banyak yang hilang (bannya). Tapi belum tau akan dipasang kapan, semoga bisa secepatnya," jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul Aris Suharyanta menyampaikan, saat ini komunitas memang baru tahap pengumpulan ban bekas. Dan untuk pemasangan ban bekas akan didiskusikan dengan Dishub DIY sehingga nanti akan tertata lebih baik.

"Jangan sampai pemasangan ban bekas malah mengganggu arus lalu lintas. Harapannya ban menempel di dinding dan tidak di badan jalan," ujar dia.