Kualitas Hasil Panen Cabai di Jogja Menurun, Ini Sebabnya
·waktu baca 2 menit

Beberapa bulan terakhir, Jogja terus menerus diguyur hujan lebat.
Hal ini berimbas dan memberikan dampak pada sejumlah panenan para petani. Salah satunya adanya penurunan kualitas hasil panen cabai di Kabupaten Sleman.
Salah satu petani cabai di Padukuhan Pundong V, Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Slemet Iswanto (30) mengeluhkan hal itu.
Slemet mengatakan memiliki sekitar 2000 pohon cabai dan bisa menghasilkan 1 kwintal cabai dalam sekali panen.
Namun di musim hujan seperti saat ini, pohon miliknya itu hanya menghasilkan 80 kilogram cabai saja dalam satu kali panen.
"Kalau tidak musim hujan, biasanya saya bisa panen lebih dari 1 kuintal atau lebih dari 100 kilogram. Karena kalau cuaca hujan gini, banyak cabai yang patek atau busuk, jadi hasil panen menurun," kata salah satu petani cabai di Kabupaten Sleman, Slemet Iswanto kepada wartawan, Sabtu (28/1/2023).
Slemet menyebut hasil cabai itu banyak yang busuk akibat udara dingin dan lembab. Selain itu, musim hujan juga membuat beberapa pohon cabai yang ia tanam, baik itu jenis pohon cabai rawit merah maupun pohon cabai merah keriting banyak yang mati.
"Kalau hujan terus kan, air di dalam tanahnya ada banyak, becek di area tanamnya. Belum lagi banjir karena air di selokan meluap. Makanya, pohon-pohon cabai banyak yang mati juga," ujar Slemet.
Meski rugi, Slemet tetap mengutamakan kualitas panenannya untuk dijual ke pasar.
Ia tidak memilih cabai yang busuk itu untuk diikutsertakan dalam dagangannya karena akan membuat harga jual cabai yang ia pasarkan anjlok.
"Kalau yang busuk atau kering gini pasti enggak saya jual, karena takut nanti harga jualnya bisa menurun," ungkapnya.
Slemet tidak berharap banyak selama musim hujan masih berlangsung. Namun, ia meminta kepada pemerintah untuk membantu menjaga stabilitas harga pupuk di pasaran.
Pasalnya biaya bercocok tanam cabai tidak lah murah, ia menyebut bisa menghabiskan total pupuk sebanyak dua kuintal selama satu kali masa tanam.
"Biaya perawatan tanaman cabai lumayan mahal ya, karena harus dikasih pupuk dan pestisida," paparnya.
"Harapannya (kepada Pemerintah), ya harga pupuk jangan naik-naik terus," pintanya.
