Konten Media Partner

Libur Imlek 2023, Wisata Mangunan Bantul Sepi Pengunjung

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kawasan hutan pinus Mangunan Bantul. Foto: Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Kawasan hutan pinus Mangunan Bantul. Foto: Tugu Jogja

Pengelola wisata kawasan Mangunan mengeluhkan sepinya wisatawan pada liburan Imlek tahun 2023 ini. Bahkan meski pandemi COVID-19 sudah dianggap mereda namun ternyata jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan hutan Mangunan justru turun dibanding Imlek 2022 yang lalu.

Ketua Koperasi Notowono, Purwo Harsono mengaku libur Imlek kali ini memang sepi. Padahal aturan COVID-19 yang selama ini dianggap menghambat pergerakan wisatawan ternyata tak lantas membuat jumlah wisatawan yang datang ke kawasan Mangunan meningkat.

Kali ini pihaknya mencatat jumlah wisatawan yang ke kawasan Mangunan pada Imlek kali ini terjadi penurunan dibanding dengan Imlek tahun lalu. Pihaknya hanya mencatat kenaikan jumlah pengunjung terjadi di Kawasan Hutan Pinussari.

"Sepi, padahal sudah longgar aturannya," kata dia, Senin (23/1/2023).

Ipung mencatat, pada Imlek kali ini jumlah pengunjung ke Gunung Pengger mencapai 8.879 orang padahal tahun 2022 yang lalu sudah ada 9.274 orang. Di Puncak Becici jumlah pengunjung pada Imlek kali ini ada 4.924 orang, turun nyaris 50 persen dibanding 2022 yang lalu mencapai 7.289 orang.

kumparan post embed

Sementara untuk pengunjung 1000 baru tahun ini ada 1.226 orang dan tahun lalu ada sekitar 3.484 pengunjung menurun 50 persen lebih. Sementara untuk Pinussari mencapai 7.524 orang pengunjung, padahal tahun lalu sekitar 6.801 orang.

"Ya memang yang naik hanya Pinussari. bukit Panguk, lintang Sewu dan Pinus Asri serta bukit Mojo turun," kata dia.

Secara keseluruhan jumlah pengunjung libur Imlek tahun ini menurun 4.718 orang. Dari 27.948 orang pengunjung.di tahun 2022 menurun menjadi 22.230 orang di tahun 2023 ini.

Lelaki yang akrab dipanggil Ipung menyebut penurunan ini disebabkan karena beberapa faktor. Di antaranya adalah hujan, tidak ada daya tarik yang baru di obyek wisata kawasan Mangunan.

Namun yang paling besar mengakibatkan penurunan menurutnya adalah karena akses jalan menuju ke kawasan Mangunan yang mengalami kerusakan cukup parah. Jalan dari Patuk ke Gunungkidul masih dalam kondisi rusak parah.

"Sudah bertahun-tahun rusak, tapi belum ada perbaikan sehingga mengakibatkan wisatawan enggan melintas," kata dia.

Dia berharap agar segera ada perbaikan untuk jalan menuju ke kawasan Mangunan terutama yang dari Patuk. Karena untuk ruas Mangunan - Imogiri kondisinya tidak tepat jika digunakan untuk melintas kendaraan besar seperti bus wisata.