Mahasiswa UAJY Buat Salep Daun Jamblang untuk Atasi Jerawat
·waktu baca 2 menit

Jerawat menjadi salah satu permasalahan kulit yang cukup mengganggu bagi perempuan. Alhasil, produk skin care jadi salah satu hal yang kerap digunakan untuk mengatasi permasalahan jerawat. Skin care yang terbuat dari bahan alami belakangan ini menjadi tren tersendiri.
Melihat potensi itu, mahasiswa Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FTB UAJY) menciptakan salep dari ekstrak daun jamblang untuk atasi jerawat. Kelima mahasiswa itu berhasil lolos pendanaan PKM-Riset Eksakta tahun 2022 yang diadakan oleh Kemenristekdikti melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan.
“Kami memilih topik ini karena Indonesia dikenal sebagai negara tropis dengan paparan sinar matahari yang menyebabkan keringat dan produksi minyak berlebih yang dapat memicu timbulnya jerawat. Di mana masalah jerawat paling sering terjadi pada remaja Indonesia berusia 15-18 tahun dengan prevalensi 80-85% sehingga topik ini sangat menarik untuk diangkat dan diharapkan dapat diteliti lebih lanjut untuk dijadikan salah satu solusi salep jerawat,” ungkap Pamela Felita Setiawan, salah seorang mahasiswa UAJY yang cetuskan salep daun jamblang.
Daun jamblang dipilih oleh Pamela dan timnya karena selain memiliki aktivitas anti bakteri dan beberapa senyawa lain, daun jamblang dapat menjadi obat alternatif jerawat yang bersifat alami.
Lima mahasiswa Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FTB UAJY) yaitu Pamela Felita Setiawan, Devi Alvina, Meisy, Jessica Rieko Subandriyo, dan Priska Kezia Paramitha. Kelimanya berproses Bersama untuk menggali ide hingga mempersiapkan diri menuju PKM 2022 dengan Stefani Santi Widhiastuti sebagai dosen pembimbing.
“Kami mencari sumber atau literatur yang kami gunakan sebagai acuan dalam pembuatan proposal,” ungkap Pamela.
Setelah mendapatkan pendanaan, para mahasiswa akan melaksanakan penelitian sesuai dengan proposal yang ada dan memaksimalkan seluruh hasil serta waktu untuk menyusun pertanggung jawaban ke pemerintah dalam bentuk laporan serta presentasi PKP2.
“Ke depannya, lolosnya proposal kami dalam PKM 2022 akan kami gunakan sebagai wadah atau sarana untuk belajar dan memperoleh pengalaman,” tambah Pamela.
