Menilik Pedukuhan Kalangbangi Wetan di Gunungkidul yang Dihuni Banyak Janda
ยทwaktu baca 3 menit

Padukuhan Kalangbangi Wetan, Kalurahan Ngeposari Kapanewon Semanu Gunungkidul memang sedikit unik. Pasalnya di wilayah Padukuhan ini ternyata penduduknya lebih banyak perempuan dibanding laki-laki.
Usut punya usut ternyata di padukuhan ini banyak terdapat janda. Di padukuhan yang berada di sisi timur wilayah Kabupaten Gunungkidul ini ditempati oleh 93 Kepala Keluarga. Dari 93 kepala keluarga ini ternyata ada 26 yang berstatus janda di mana satu diantaranya masih merantau di Jakarta.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, memang banyak wanita di padukuhannya yang berstatus janda. Janda yang paling banyak karena ditinggal suaminya tanpa kabar dalam waktu cukup lama. Sehingga masih ada dari 'janda' ini yang sejatinya berstatus istri meskipun ada yang ditinggal selama 21 tahun lebih.
Meskipun demikian tidak ada yang mengetahui apa yang menyebabkan banyak wanita menjadi janda, namun di padukuhan tersebut ada Makam tua yang 4-5 tahun lalu diketahui sebagai makam dari Syekh Datuk Kalambang Al-Makasari. Belum banyak yang mengetahui sejarah makam Syekh Datuk Kalambang ini. Namun makam tersebut sedikit tak terawat.
"Itu tidak ada hubungannya. Mungkin hanya kebetulan saja," ujar dia yang enggan disebutkan namanya tersebut, Jumat (1/10/2021).
Salah satu yang aneh adalah, ada keluarga yang tinggal berhimpitan dengan kompleks makam Syekh Datuk Kalambang Al-Makasari yang janda 3 turunan. Semuanya ditinggal pergi tanpa pamit oleh suaminya yang sah.
Salah satu janda tersebut adalah Dt(38) warga RT 01, wanita ini telah sukses menjadi pengusaha batu alam yang mampu memperkerjakan 15 orang tetangganya. Asetnyapun terbilang tidak sedikit karena perempuan ini memiliki 3 unit truk ekspedisi, 4 mobil di mana 1 di antaranya adalah pick up.
Dt sendiri tidak mengetahui alasan kampung tersebut banyak janda seperti dirinya. Hanya saja di RTnya sekarang ada 9 orang dari 17 Kepala Keluarga yang menjadi janda. Di RT 02 sendiri juga ada 8 orang dari 17 KK yang tak bersuami sementara di RT 03 dan 04 masing-masing ada 3 orang dan 4 orang janda.
"Kalau saya sudah dua kali Janda. Cerai tahun 2011 dan 2021 ini. Dan semuanya karena tidak cocok saja," papar dia,
Wanita yang memiliki 2 orang anak dari 2 suami berbeda ini mencoba menikmati hidup kesendiriannya. Karena prinsipnya adalah bisa bermanfaat bagi orang lain dan bisa memberikan pekerjaan tetangga baik untuk memuat batu alam truk ekspedisi luar kota dan sopir truk.
Menurut Dt, ia menjadi janda juga karena sudah tidak ada kecocokan lagi dengan mantan suaminya. Hubungannya sudah tak bisa diperbaiki sehingga ia memilih untuk berpisah dengan mantan suaminya tersebut.
"Saya berjuang sendiri menjalankan usahanya. Saya mendirikan usaha sendiri tahun 2009 yang lalu,"tambahnya.
Dukuh Kalang Bangi Timur, Raden Tri Prabowo mengakui memang tidak sedikit warganya yang berstatus janda dan penduduk lelakinya lebih sedikit dibanding dengan perempuan. Bahkan karena sedikit, masjid yang mereka miliki tidak menyelenggarakan sholat jumat.
"Kalau jamaah tidak genap 40 orang katanya tidak boleh Jumatan. Tetapi di sini tidak bisa dipisahkan dengan Padukuhan Ngeposari," ujarnya.
meskipun banyak penduduk perempuannya namun tidak mengganggu jalannya program padukuhan. Selama ini program-program pembangunan dari padukuhan banyak terwujud. Bahkan selama ini program padat karya selalu melampaui target pelaksanaannya.
Di samping itu, meski banyak janda namun tidak banyak dari warga di Kalang Bangi Wetan yang berada di bawah garis kemiskinan. Dan selama ini, warganya banyak menjadi janda bukan karena faktor ekonomi, namun lebih akibat ulah dari sang lelaki.
"Ya bukan karena faktor ekonomi, tetapi lebih karena karakter orang,"ujar dia.
Tak ada yang mengetahui mengapa Padukuhan ini banyak terdapat janda. Kendati janda, namun ternyata tidak membuat kehidupan mereka tertinggal. Karena ada salah satu dari janda-janda tersebut yang sukses menjadi seorang pengusaha.
