Muncul Klaster Pabrik Tahu di Sleman, 10 Orang Positif Corona
·waktu baca 2 menit

Klaster penularan COVID-19 kembali muncul di Kabupaten Sleman. Klaster tersebut adalah klaster pabrik tahu yang ada padukuhan Somodaran, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping. Setidaknya ada 10 orang dari pabrik tahu tersebut positif COVID-19.
Lurah Banyuraden, Sudarisman mengatakan, total ada 10 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam klaster pabrik tahu itu. Termasuk karyawan yang bertugas menggiling di pabrik tersebut.
"Mereka satu keluarga. Tetapi ada yang dari luar Sleman," ujar Sudarisman, Jumat (12/11/2021).
Pasien dari luar kabupaten tersebut berasal Kulon Progo. Di mana pasien tersebut kini tengah dirawat oleh Puskesmas di wilayah Kulon Progo, daerah asal pasien terpapar tersebut.
Sudarisman menambahkan salah satu dari 10 orang yang positif tersebut diketahui sedang mengandung. Selain satu orang yang sedang hamil tadi, ada tiga orang anak-anak yang juga terkonfirmasi positif COVID-19.
"Meski positif mereka termasuk pasien tak bergejala. Semua dalam kondisi sehat," ujarnya.
Sudarisman mengatakan, pasien positif dari klaster Pabrik Tahu ini menolak untuk menjalani isolasi di shelter yang disediakan pemerintah. Sehingga mereka menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing dengan pengawasan ketat dari Satgas Kalurahan.
Semua kebutuhan mereka dipenuhi oleh Satgas Kalurahan dan masyarakat, secara bersama-sama. Siap 24 jam. Sementara untuk kebutuhan medis dan kesehatan itu menjadi ranah Puskesmas Gamping II.
"Kami menyayangkan terjadi penularan COVID-19 di wilayah Banyuraden, padahal beberapa pekan terakhir kalurahan itu menyandang predikat zona hijau.
Pihaknya hingga kini masih terus mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi kerumunan, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer. Serta menggunakan masker saat berada di luar.
