Nekat Berwisata ke Gunungkidul, 200 Kendaraan Diputarbalikkan
·waktu baca 2 menit

Sejumlah wisatawan nekat menerobos penjagaan demi berkunjung ke kawasan wisata Gunungkidul, meski kawasan wisata belum dibuka. Petugas berhasil menghalau sejumlah wisatawan yang berkunjung.
Minggu (26/9/2021) Polres Gunungkidul berhasil menghalau sejumlah wisatawan yang berusaha masuk ke kawasan wisata Pantai Gunungkidul. Dalam catatannya terdapat 200 kendaraan roda empat dan bus yang terpaksa diputar balik.
"Hari ini, ada sekitar 200 kendaraan yang akan menuju ke objek wisata pantai terpaksa kami minta putar balik karena objek wisata masih tutup sementara," kata Kasat Lantas Polres Gunungkidul AKP Martinus Sakti.
Menurut keterangannya, beberapa wisatawan berusaha mengelabuhi petugas lewat jalur-jalur tikus, namun berhasil digagalkan oleh petugas yang berjaga. Selain melakukan penjagaan di pos pemungutan retribusi, gim gabungan juga melakukaan penjagaan di jalur-jalur yang berpotensi menjadi jalur tikus.
"Di jalur tikus, petugas menangkap beberapa kendaraan yang mencoba masuk ke objek wisata. Namun, mereka tetap diminta putar balik," katanya.
Melihat dari nomor plat kendaraan yang nekat menerobos penjagaan, kebanyakan kendaraan tersebut berasal dari luar kota. Jumlah kendaraan yang berupaya masuk ini mengalami peningkatan khususnya saat akhir pekan. Petugas gabungan pun sudah berupaya mencegah dengan penyekatan di sejumlah titik strategis jalur wisata.
Namun, Martinus masih menyayangkan adanya joki wisata yang masih melakukan aksinya meski aparat telah melakukan patroli.
"Joki yang menawarkan jalur alternatif juga kami edukasi agar tidak melakukan aksinya lagi," ungkapnya.
Sebelumnya, Sekertaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono juga mengakui adanya peningkatan jumlah wisatawan. Terutama pada akhir pekan.
Ia mengaku bahwa pihaknya telah mempublikasikan informasi bawa kawasan wisata masih ditutup. Juga memberlakukan penjagaan ketat jalan menuju objek wisata, khususnya jalur tikus bersama kepolisian dan Satpol PP.
"Kami berharap wisatawan memaklumi kebijakan ini," tuturnya. (Syiva Pramudji)
