Konten Media Partner

Paspampres Bangun Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan di Gunungkidul

Tugu Jogjaverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Komandan Paspampres Marsekal Muda TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) Dwi Purwantoro di alat pengeboran, Rabu (11/1/2023). Foto: Erfanto/Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Komandan Paspampres Marsekal Muda TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) Dwi Purwantoro di alat pengeboran, Rabu (11/1/2023). Foto: Erfanto/Tugu Jogja

Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) membangun sumur bor di wilayah sulit air, Gunungkidul. Bantuan dalam rangka hari Bhakti Paspampres ke 77 ini diharapkan mampu membantu kesulitan warga Gunungkidul dalam mendapatkan air bersih.

Pembuatan sumur bor ini dilakukan di Dusun Trukan Kalurahan Karangasem Kapanewon Paliyan Gunungkidul. Di mana wilayah ini menjadi salah satu daerah yang sering dilanda kekeringan ketika musim kemarau.

Komandan Paspampres, Marsekal Muda TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko mengatakan pihaknya sengaja membangun sumur bor di Gunungkidul karena selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang sulit untuk mendapatkan air bersih. Sehingga dengan bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat Gunungkidul.

kumparan post embed

"Kami keluarga besar Pasmpampres ingin memberikan bhaktinya di Gunungkidul. Kami ingin turut membantu meringankan beban masyarakat Gunungkidul yang sering kesulitan mendapatkan air bersih,"kata Wahyu, Rabu (11/1/2023).

Pihaknya sengaja memilih Gunungkidul karena dia mengetahui secara persis kesulitan warga di wilayah ini. Setiap tahun ia selalu datang ke Gunungkidul untuk mengunjungi orangtuanya yang ada Kapanewon Playen.

Dia mengetahui secara persis bagaimana sulitnya mendapatkan air di waktu kecil. Karena ketika hendak mendapatkan air bersih maka harus menimba ke sumur dengan kedalaman yang cukup dalam mencapai 30 sampai 50 meter.

Pembangunan sumur bor di Gunungkidul untuk atasi kekeringan. Foto: Erfanto/Tugu Jogja

"Apa lagi yang wilayah perbukitan, kadang harus membeli air bersih. Sehingga ketika menimpa perlu tali yang cukup panjang dan air yang didapat hanya sedikit. Jadi kami tahu bagaimana susahnya mendapatkannya. Sehingga kami ingin meringankan beban warga Gunungkidul,"tutur dia.

Di sumur yang baru dibor tersebut, nantinya akan mengeluarkan air sebesar 1 liter perdetik sehingga mampu mengaliri 1.000 orang penduduk warga sekitar. Ia berharap kepada masyarakat untuk dapat bermanfaat dan mampu memelihara serta menjaganya.

Kepala Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) Dwi Purwantoro mengatakan, untuk pembuatan sumur bor ini pihaknya memang mendirikan alat secara langsung dari BBWSO, bukan pihak ketiga. Sehingga dipastikanair keluar kaeena rencana mereka akan menggali sampai air keluar.

"Sebelum dilakukan pengeboran kami sudah melakukan uji geolistrik. Kami temukan cekungan air ambivier 30 meter cukup mengambil air 1 liter perdetik. Debit tersebut bisa mencukupi 1000 orang di sekitar sini,"terang dia.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan air memang masih menjadi persoalan di sebagian wilayah Gunungkidul. Oleh karenanya jika dia diperintahkan menghadap ke suatu instansi karena memang masih banyak wilayah yang belum terintervensi.

"Masih banyak wilayah yang belum terintervensi seperti di utara, timur dan selatan yang memang berupa pegunungan. Di mana di wilayah itu masih membutuhkan air baku,"tutur Sunaryanta.