Pemkot Magelang Serahkan Bantuan untuk Warga yang Rumahnya Ambruk
·waktu baca 2 menit

Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya ambruk akibat hujan deras di Kampung Kiringan, Magelang. Diketahui rumah yang memiliki 3 kamar itu dihuni oleh 9 orang.
Pemilik rumah, Mujidah (27) menceritakan musibah terjadi pada Sabtu (29/10/2022) kemarin. Musibah menyebabkan salah satu penghuni mengalami luka ringan akibat tertimpa reruntuhan atap.
“Sabtu kemarin jam 3 sore hujan deras, kemudian ambruk karena tidak kuat menahan. Ada korban yang tertimpa reruntuhan genteng. Selama ini memang belum sempat renovasi rumah, karena saya juga kerja serabutan, ” ucap Mujidah, Rabu (2/11/2022).
Wali Kota Magelang HM Nur Aziz menyebutkan, rumah yang ambruk itu termasuk rumah tidak layak huni sehingga dinilai layak menerima bantuan. Bantuan diberikan setelah melalui identifikasi dari RT, RW, kemudian kelurahan, dan dilaporkan ke Satgas penanganan rumah tidak layak huni.
"Nah untuk eksekusinya ada 2 jenis, yaitu Baznas untuk yang tidak memiliki syarat kepemilikan dan sewa. Sedangkan, yang memiliki syarat kepemilikan dan hak milik, menggunakan dana APBD,” jelasnya.
Dia menyebutkan, terdapat 1.200 rumah tidak layak huni yang ada di Kota Magelang. Berdasarkan aturan dari kementerian dan provinsi, terdapat kriteria rumah tidak layak huni yang bisa diketahui yakni atap masih genteng yang rapuh, dinding separuh papan atau bambu, lantai tanah dan kriteria lainnya.
Penerima bantuan juga harus melalui klarifikasi lebih lanjut agar tepat sasaran.
“Kalau menurut kelurahan datanya sudah masuk, nanti akan kita klarifikasi lagi supaya benar-benar tepat sasaran. Karena nama-nama penerima bantuan harus masuk ke APBD, dan dari 1.200 ada yang sudah layak huni berdasarkan pendataan tahun ini. Insyaallah 2023 akan kami tuntaskan,” kata Aziz. (ari)
