Penjelasan Suharsono Wahyudi Terkait Tanda-tanda Alam Sebelum Gempa

Suharsono Wahyudi (65), pensiunan UGM yang tinggal di Dusun Barongan, Desa Sumberagung Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul sempat menulis dalam status di dinding media sosial facebooknya tentang gempa yang akan terjadi di DIY satu jam sebelum gempa 5,1 SR mengguncang wilayah DIY dan sekitarnya, Sabtu (10/8/2019) malam.
Ketika dihubungi kumparan.com/tugujogja, Minggu (11/8/2019) pagi, Suharsono lantas menjelaskan perihal apa yang ia tulis dalam status Facebooknya tersebut. Suharsono menyebutkan, apa yang ia sampaikan tidak berkaitan dengan keilmuan dirinya ketika bekerja di UGM beberapa tahun yang lalu. Apa yang ia ungkapkan hanya berdasarkan data empirik dari pengalaman dirinya melakukan pencermatan peristiwa gempa beberapa wilayah mulai dari Bantul 2006 dan juga Tasikmalaya.
"Kebetulan itu hanya pengamatan saya. Dan rata-rata memang benar terjadi,"ujarnya, Minggu (11/8/2019).
Sebelum gempa yang terjadi Sabtu malam jam ia melihat ada beberapa tanda alam yang menunjukkan akan terjadi gempa apa di wilayah Selatan DIY. Tanda alam tersebut salah satunya adalah sejak hari Jumat (9/8/2019), suhu udara di wilayah DIY terasa lebih panas dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Jika di hari-hari sebelumnya mulai pukul 19.00 WIB udara di wilayah Yogyakarta terasa sangat dingin namun sejak Jumat kemarin justru terasa lebih panas.
Selain suhu yang terasa lebih panas ia juga melihat ada cacing cacing darah muncul ke permukaan tanah. Cacing yang biasanya suka di kelembaban tersebut ia lihat Muncul hingga ke dinding-dinding kamar mandi yang ada di bagian belakang rumahnya. Cacing darah tersebut muncul jumlahnya cukup banyak. Menurut suharsono hal tersebut bisa menjadi salah satu tanda akan terjadi gempa.
"Kalau cuma satu itu belum bisa dikatakan akan terjadi gempa,"tambahnya.
Satu hal lagi yang semakin menguatkan dugaannya akan terjadi gempa adalah munculnya awan lurus yang ada di di sebelah selatan wilayah kabupaten Bantul. Dari tempat tinggalnya di Dusun barongan letak Awan tersebut berada di Selatan memanjang dari timur ke barat. Ia menduga Awan tersebut segaris dengan patahan yang ada di kawasan Pantai Selatan Yogyakarta.
Ketiga tanda tersebut sebenarnya juga ia dapati sewaktu menjelang gempa Dahsyat yang menerpa Bantul tahun 2006 yang lalu. Ia mengungkapkan Kamis tanggal 25 Mei 2006 yang lalu dirinya sudah melihat tanda-tanda alam akan terjadinya gempa di wilayah kabupaten Bantul. Bahkan ia juga sempat memberitahu akan hal tersebut kepada orang-orang di sekitarnya.
Keberadaan awan lurus sebagai tanda akan terjadi gempa ini juga terlihat sebelum peristiwa gempa yang ada di Tasikmalaya Jawa Barat. Sebelum peristiwa gempa di Tasikmalaya Jawa Barat kebetulan dirinya sedang di wilayah kabupaten Kulon Progo. Saat itu ia melihat adanya fenomena awan lurus memanjang dari timur ke barat berada di barat daya Kulon Progo.
"Iya memang sebelum gempa Tasikmalaya saya juga ada awan lurus di sebelah selatan agak ke barat,"paparnya.
Meskipun belum bisa di dibuktikan secara ilmiah namun menghimbau kepada masyarakat untuk mencermati tanda-tanda yang telah diberikan oleh alam ketika akan terjadi peristiwa gempa. Tanda-tanda alam itu biasanya muncul sebelum terjadinya gempa. Selain cacing darah yang naik ke permukaan tanda lain yang bisa dicermati menurut suharsono adalah ikan lele.
Jika ikan ikan lele yang berada di kolam pemeliharaan terlihat gelisah dibanding dengan biasanya ia meminta kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaannya. Bukan untuk menakut-nakuti namun apa yang ia ungkapkan tersebut sebenarnya untuk membuat warga semakin waspada karena memang di berada di wilayah rawan bencana.
" Ini pengalaman pribadi saya mencermati beberapa peristiwa gempa yang ada dan pernah saya alami tidak ada kaitanya dengan background saya ya yang lulus dan pernah bekerja di UGM,"katanya.(erl/adn)
