Konten Media Partner

Penjualan Kolang Kaling di Pasar Beringharjo Jogja Alami Peningkatan Dratis

Tugu Jogjaverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penjual kolang kaling yang diserbu pembeli di hari pertama puasa di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Kamis (23/3/2023). Foto: Maria Wulan/Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Penjual kolang kaling yang diserbu pembeli di hari pertama puasa di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Kamis (23/3/2023). Foto: Maria Wulan/Tugu Jogja

Kehadiran bulan Suci Ramadhan 2023 memberikan keceriaan tersendiri bagi para pedagang. Pasalnya ragam makanan khas Ramadhan termasuk kolang-kaling itu mulai bermunculan, sehingga kebutuhan akan kolang-kaling terus meningkat menjelang datangnya puasa.

Salah satu pedagang kolang-kaling di Pasar Beringharjo, Fendik (34) mengatakan turut merasakan tingginya permintaan masyarakat akan barang tersebut. Beberapa hari sebelum puasa, masyarakat Jogja sudah ramai memburu kolang-kaling di toko Sumber Rejeki, tempat ia berdagang.

Bahkan berdasarkan pantauan Tim Tugu Jogja di lokasi, antrian masyarakat yang ingin membeli itupun tak berhenti sejak pagi hari tadi.

"Kalau untuk (penjualan) kolang kaling sendiri (sudah mencapai) antara 4 sampai 6 karung, 1 karung bobot nya 70 kiloan," kata salah satu pedagang kolang-kaling di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Fendik (34), Kamis (23/3/2023).

kumparan post embed

Fendik mengaku tokonya sudah menjual lebih dari 280 kilogram kolang-kaling di hari pertama puasa ini. Padahal, di hari biasanya hanya terjual sekitar 2 karung atau 140 kilogram kolang-kaling.

Menurutnya, masyarakat yang membeli itu akan menjualnya kembali dalam bentuk takjil seperti es kolak, es dawet, es cincau dan lain sebagainya.

Terkait animo masyarakat yang menumpuk di antrian itu, biasa memburunya di jam 6-7 pagi kemudian dilanjutkan sekitar jam 10-12 siang. Saking ramainya, Fendik mengaku sampai menambah karyawan untuk membantu aktivitas dagang tersebut

"Kalau untuk antrian sendiri, biasanya mulai, pagi, pagi itu jam 6-7 , terus nanti pulang pasar yang pagi itu antara jam 10-12, dia ada sessionnya. Kalau kewalahan sih iya, jadi tambah personil lagi untuk karyawan nya," ujarnya.

Penjual kolang kaling yang diserbu pembeli di hari pertama puasa di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Kamis (23/3/2023). Foto: Maria Wulan/Tugu Jogja

Adapun kolang-kaling yang dijual oleh tokonya memiliki 2 jenis yaitu kolang-kaling Medan dan lokal. Sementara permintaan terbanyak, Fendik menyebut masyarakat lebih menyukai kolang-kaling Medan dibandingkan kolang-kaling lokal lantaran tekstur nya yang besar dan kenyal sehingga dinilai lebih mudah dipotong jika ingin dibuat manisan.

"Untuk kolang kaling kiloannya yang Rp Medan 15 ribu, yang lokal Rp 13 ribu. (Yang banyak peminat) Medan, karena untuk ukurannya besar kalau dibuat manisan atau dipotong lebih besar," paparnya.

Lebih lanjut, Fendik mengaku sangat antusias menyambut momen Ramadhan ini. Sehingga pihaknya akan mempersiapkan permintaan yang masuk semaksimal mungkin untuk meraup rejeki.

Selain kolang-kaling, mereka juga menjual cincau, agar-agar, hingga nata de Coco sebagai pelengkap takjil itu.

"Kita sih sangat antusias untuk menyambut ramadhan ini, karena untuk kolang Kaling ini banyak peminatnya untuk buka puasa buat takjil sama konsumsi pribadi. Kalau kita sangat menyambut musim ini," tandasnya.

*** (Maria Wulan)