Konten Media Partner

Perayaan Imlek di Kelenteng Temanggung Dibatasi

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Umat Tri Dharma di Kelenteng Kong Ling Bio berbenah untuk persiapan Imlek, Rabu (26/1/2022). Foto: ari/Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Umat Tri Dharma di Kelenteng Kong Ling Bio berbenah untuk persiapan Imlek, Rabu (26/1/2022). Foto: ari/Tugu Jogja

Badai pandemi COVID-19 yang hingga saat ini masih berlangsung membuat berbagai kegiatan masyarakat menjadi tidak leluasa, karena terancam bahaya penularan. Hal itu pun kemudian mempengaruhi ritual ibadah menjelang perayaan Imlek tahun 2022 di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Sekretaris Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Cahaya Sakti Temanggung atau Kelenteng Kong Ling Bio, Lidya Samstyagraha mengatakan, memang kehadiran di kelenteng dibatasi 50 persen dari kapasitas yang ada. Saat ini untuk beribadah di dalam kelenteng setidaknya bergantian dari 20 orang.

"Kita menjaga (agar tidak terjadi kemungkinan penularan COVID), untuk ibadah tidak lebih dari 20 orang. Padahal kalau Imlek biasanya bisa sampai 150, tapi ini paling ya sekitar 20," ujarnya ditemui saat membersihkan rupang dewa di Kelenteng Kong Ling Bio, Rabu (26/1/2022).

kumparan post embed

Perempuan yang akrab disapa Cik Mbing ini, mengatakan, karena saat ini masih masa pandemi maka juga tidak ada perayaan seperti pagelaran kesenian seperti layaknya Imlek pada tahun-tahun sebelumnya, saat situasi normal belum ada pandemi. Namun demikian hal ini dipastikan tidak mengurangi kekhyusukan umat dalam beibadah.

"Masih masa pandemi maka untuk tahun ini belum ada kesenian. Jadi yang utama saja, seperti ritual sembahyang kepada Tuhan Yang Mah Esa pada hari ke 9 Imlek. Sama di Cap Ho Meh penutupan Imlek kita hanya ada pemilihan Lo Cu, gitu aja, jadi tidak ada acara besar," katanya.

Pada Imlek tahun 2022 ini umat Tri Dharma juga memiliki harapan besar agar pandemi segera berakhir dan tidak ada varian baru lagi. Sehingga keadaan bisa normal seperti sedia kala dan tidak ada masalah timbul sehingga masyarakat bisa hidup seperti sedia kala baik untuk bekerja, beribadah, dan lain-lain. (ari)

Tonton video menarik dari Tugu Jogja berikut ini:

embed from external kumparan