Konten Media Partner

Perempuan Jogja Unjuk Gigi Pamerkan Produk Kreatif

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Pameran Makanan dan Kerajinan Produk Perempuan Yogyakarta di JCM. FOto: Sandra/Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Pameran Makanan dan Kerajinan Produk Perempuan Yogyakarta di JCM. FOto: Sandra/Tugu Jogja

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) selama ini menjadi bagian dari tulang punggung perekonomian Indonesia. Dalam upaya perlindungan dan penguatan ekonomi, dapat dilakukan melalui pemberdayaan perempuan, salah satunya memaksimalkan potensi perempuan untuk menggerakkan roda perekonomian di era digital ini.

Mungkin tak banyak yang tahu bahwa di balik sektor UMKM terdapat perempuan-perempuan tangguh yang berusaha untuk meningkatkan pendapatan keluarga dengan membuka usaha di sektor informal.

Namun sayangnya, fakta di lapangan belum menunjukkan bahwa semua perempuan di Indonesia memiliki ketangguhan yang sama dalam mempertahankan ekonomi, utamanya ekonomi keluarga.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Carolina Radiastuti mengatakan kelompok perempuan yang rentan perlu diberikan dukungan serta pendampingan agar mereka mampu meningkatkan potensi dirinya baik di keluarga maupun di masyarakat.

kumparan post embed

"Potensi kewirausahaan perempuan di Indonesia memegang peranan yang sangat penting. Perempuan bukan sekadar angka atau jumlahnya yang besar, tetapi memiliki peran yang cukup vital dalam perekonomian keluarga. Untuk itu diperlukan dorongan dukungan serta fasilitasi agar perempuan dapat menyadari serta memaksimalkan potensi yang ada dan turut serta dalam pembangunan melalui partisipasi ekonomi yakni KEP desa Prima." ujar Carolina Radiastuti dalam pembukaan Pameran Makanan dan Kerajinan Produk Perempuan Yogyakarta.

KEP Desa Prima merupakan Kelompok Ekonomi Perempuan yang dibentuk untuk kelompok perempuan rentan, perempuan kepala keluarga, dan keluarga prasejahtera agar dapat belajar secara produktivitas meningkatkan potensi di dalam sektor UMKM.

Namun adanya permasalahan yang dialami kelompok ini membuat KEP tidak dapat berjalan maksimal baik secara branding maupun pemasaran.

Seorang wanita yang sedang membuat blangkon. Foto: Sandra/Tugu Jogja

Plt. Asisten Sekda DIY bidang Pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat, Aris Eko Nugroho, berharap ajang ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh KEP Desa Prima untuk bisa eksis di dalam sektor UMKM.

"Besar harapan saya anggota KEP prima dapat memanfaatkan ajang ini untuk promosi, branding, perluasan jejaring sehingga ke depan dapat meningkatkan perekonomian anggota KEP desa prima." harapnya. (Maria Wulan)