Petani di Bantul Siap Rayakan Panen Raya dengan Gelar Wiwitan
·waktu baca 2 menit

Petani di Kampung Nitiprayan Bantul siap merayakan panen raya yang akan jatuh jelang akhir tahun 2022 ini. Sebagai bentuk syukur atas hal itu, mereka menggelar Wiwitan.
“Pesta Wiwitan 2022 merupakan wujud syukur dan kebahagiaan petani yang dikemas dalam acara makan bersama dengan sesama dan lingkungan. Ritual ini membersamai doa-doa baik. Harapannya, di waktu berikutnya, petani kembali mendapatkan kelimpahan panen,” kata Ketua Panitia Pesta Wiwitan 2022, Grasea, Senin (24/10/2022).
Bertajuk Anggulawnthah Pangane Dhewe, Sanggar Anak Alam berupaya angkat pangan lokal yang kini mulai dikalahkan dengan pangan modern. Padahal, jauh sebelum adanya makanan dari barat maupun luat negeri, ada banyak olahan pangan lokal.
"Pangan lokal memiliki jenis dan jumlah yang beragam. Sayang sekali jika hanya mengenal beras, pisang, singkong dan jenis olahan goreng dan kukus saja," ujar Penanggungjawab kegiatan Budi Widanarko.
Kegiatan Pesta Wiwitan tak hanya sekedar melaksanakan tradisi dan budaya leluhur. Tetapi juga hendak mengembalikan makna sebenarnya dari pesta panen tersebut.
“Pesta ini merupakan proses yang partisipatif dan merupakan milik bersama," ujarnya.
Selain hajatan utama ritual pesta wiwitan, juga diselenggarakan peluncuran buku, workshop pengolahan pangan lokal dan sehat, pasar sehat, serangkaian workshop, dan pertunjukan seni.
Sanggar Anak Alam, menjadi sebuah sekolah yang menjadikan pangan dan lingkungan sebagai salah satu pilar pendidikan merasa memiliki tanggungjawab sosial untuk ikut menyangga dan mengenalkan kebudayaan pangan kepada masyarakat luas.
Dalam konteks pendidikan, Pesta Wiwitan bisa menjadi sebuah bentuk pembelajaran bersama tentang bagaimana anak-anak dan seluruh komunitas belajar menjalin hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, juga dengan sesama manusia lainnya.
