Konten Media Partner

Pria yang Ajak Istri Bunuh Diri di Bantul Sempat Beli Bunga dan Kemenyan

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rumah Tumijah, ibu dari pria yang nekat ajak istri dan anaknya bunuh diri di Sungai Opak Bantul. Foto: Erfanto/Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Rumah Tumijah, ibu dari pria yang nekat ajak istri dan anaknya bunuh diri di Sungai Opak Bantul. Foto: Erfanto/Tugu Jogja

Suryanto (30) warga Gondosuli, Kalurahan Sriharjo,Kecamatan (Kapanewon) Imogiri, Bantul nekat bunuh diri dengan menceburkan diri ke Sungai Opak, Selasa (21/6/2022) sore. Jenazah ditemukan sehari kemudian dan dimakamkan di Gunungkidul yang menjadi tempat kelahirannya.

Tidak ada firasat apa pun yang dirasakan keluarga sebelum Suryanto nekat bunuh diri. Hanya saja, sebelum bunuh diri Suryanto menemui neneknya di Gunungkidul. Dia sempat memeluk dan mencium neneknya sebelum pamit pulang ke rumah kontrakannya.

Nenek dari Suryanto, Tumijah (64), wanita inilah yang ditemui sebelum Suryanto nekat menceburkan diri ke Sungai Opak, Selasa (21/6/2022) sore. Karena hari itu, Suryanto bersama anak dan istrinya memang tengah mudik ke Legundi.

kumparan post embed

"Dia itu dari sini. Pamit mau pulang katanya mau mancing," terang dia, Kamis (23/6/2022).

Tumijah mengatakan, setiap kali Suryanto hendak pulang ke kontrakan selalu salaman dan cium tangan. Setelah pamitan Suryanto bersama anak dan istrinya pergi ke Imogiri menggunakan sepeda motor. Sebelumnya memang tidak ada firasat apa-apa berkaitan dengan perilaku dari Suryanto sebelum berbuat nekat.

"Tetapi saat dia datang saya agak kaget. Karena ketika datang, dia itu senyum-senyum dan saat ditanya alasannya, almarhum hanya mengaku bahagia," ceritanya.

Saat Suryanto datang, tiba-tiba langsung masuk ke kamar mendatangi dirinya dan bersimpuh di depannya. Setelah itu Tumijah meminta Suryanto untuk berdiri dan seketika itu dia langsung memeluk dan menciuminya.

Namun di hari tersebut Suryanto sudah membeli bunga tabur dan kemenyan. Hari itu, Suryanto ingin ziarah ke kuburan ayahnya namun urung dilakukan sehingga dibuang begitu saja

Tumijah juga tak tahu menahu apakah cucunya mengikuti aliran tertentu. Yang ia tahu selama ini cucunya sering diminta bantuan untuk 'menyembuhkan' orang lain yang sedang sakit.

"Lha nek dimintai tolong menyembuhkan, pasti ditolong," kata dia.