Ratusan Pedagang dan Buruh Gendong Pasar Beringharjo Gelar Upacara HUT ke-77 RI
·waktu baca 2 menit

Ratusan pedagang dan buruh gendong pasar Beringharjo menggelar upacara peringatan HUT ke-77 RI. Mereka dengan hikmat mengikuti upacara tersebut. Dengan mengenakan berbagai atribut mulai dari seragam sekolah baik SD, SMP, SMA dan jas almamater serta kebaya, mereka dengan hikmat mengikuti upacara.
Wagiyem, buruh gendong berumur 73 ini mengaku baru pertama kali mengikuti upacara bendera sejak menjadi buruh gendong lebih dari 50 tahun. Perasaan campur aduk ia rasakan setelah sekian lama tak pernah berdiri lama di tengah terik matahari.
"Rencange (temannya) banyak, baru pertama kali," tutur dia, Rabu (17/8/2022).
Untuk mengikuti upacara tersebut, ia tidak perlu repot membeli baju seragam, Karena yang ia kenakan saat ini adalah baju seragam buruh gendong ketika melakukan pertemuan seminggu sekali di Kepatihan. Dan untuk merias diri atau dandan, Wagiyem mengaku perlu waktu sekitar satu jam.
Wagiyem mengaku sudah sejak pagi berangkat dari rumah di Kulon Progo. Ia berangkat menggunakan bus umum langgananya pukul 07.00 WIB. Meski mengaku harus meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh gendong sebentar, namun Wagiyem mengaku tidak mempermasalahkannya.
"Ndak papa. Nanti habis ini ganti baju terus buruh gendong lagi," tambahnya.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani menuturkan, sebulan yang lalu para pedagang melakukan audiensi untuk menyatakan keinginannya menyelenggarakan upacara bendera ini. Karena merupakan ide yang bagus, maka ia langsung mendukungnya.
"Mereka audiensi ke saya sebulan lalu, ya kita support wong bagus sekali. Bayangkan kita memiliki hampir 15 ribu pedagang. Kalau dikumpulkan di satu lapangan maka tidak cukup," terangnya.
Ambar menambahkan apa yang dilakukan oleh para pedagang dan buruh Gendong ini menunjukkan jika mereka juga memiliki rasa nasionalisme yang cukup tinggi. Semangat mereka selama ini masih tinggi, sehingga mereka sadar bagaimana mereka menghadapi tantangan ke depan.
Menurut Ambar, upacara ini merupakan salah satu cara membangun komunikasi dan kebersamaan. Di samping juga sebagai momentum membangun frame yang sama dalam menghadapi tantangan ke depan seperti tantangan online.
"Upacara ini diikuti kurang lebih 300 pedagang dari 3 komuntas yaitu beringharjo barat timur dan barat. Ini belum 29 pasar lainnya, ke depan akan melibatkan pedanga pasar lain," ujar dia.
