Sejumlah Daerah di DIY Keluhkan Sulitnya Dapat Air Minum yang Layak
·waktu baca 2 menit

Sulitnya mendapatkan air bersih rupanya masih dirasakan sejumlah kabupaten di DIY. Meskipun sudah ada berbagai program untuk menyalurkan air bersih, nyatanya masih ada keluhan dari masyarakat soal sulitnya mendapatkan air bersih.
Pammaskarta Gunungkidul ditemani Pammaskarta Bantul dan Kulon Progo mendatangi DPRD DIY untuk menanyakan perkembangan proposal air minum yang telah diajukan pada 2019 silam.
"Kami perlu sampaikan di bantul ada 219 kelompok. Kami harap masyarakat bisa mendapatkan air minum yang layak yang sehat dan berkelanjutan. Dari 219 itu ada yang merah (macet), kuning (kurang layak), hijau (layak)," ungkap salah satu anggota Pammaskarta.
Pihaknya berharap ada tindak lanjut dari program tersebut. Pasalnya, air bersih jadi salah satu hal yang penting untuk berbagai aktivitas masyarakat.
Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, mengungkapkan bahwa proposal tersebut akan diusahakan di tahun 2023, dengan menggunakan dana biasa atau dana keistimewaan demi terealisasinya air minum yang layak, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
"Terkait pembinaan, kami sediakan fasilitasnya. Kami paham panjenengan kerja untuk masyarakat, makanya kami sediakan fasilitasnya dan kami mudahkan. Karena kami sama-sama kerja untuk masyarakat, kami saling bantu. Untuk APBD itu harus anggarkan dan siklus. Kalau butuh yang cepat, nanti kami bantu fasilitasi," ujarnya.
