Seorang Karyawan Swasta di Jogja Tewas Setelah Dianiaya
ยทwaktu baca 2 menit

Aksi penganiayaan yang menewaskan seseorang kembali terjadi di wilayah Polresta Yogyakarta. Aksi penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal tersebut sempat viral diunggah di media sosial Twitter @merapi_uncover.
Unggahan tersebut lantas viral karena mengundang berbagai komentar. Dari komentar para netizen diperoleh informasi jika ada korban yang meninggal berasal dari Indonesia Timur karena tangannya putus. Korban meninggal di RS Hardjo Lukito karena kehabisan darah
Kasi Humas Polresta Yogyakarta, AKP Timbul Sasana Raharja ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan secara intensif berkaitan dengan peristiwa tersebut
"Benar tadi malam (Selasa 23/8/2022) ada peristiwa penganiayaan yang berakibat korban meninggal dunia," ujar Timbul, Rabu (24/8/2022).
Timbul menambahkan korban meninggal dunia berinisial JTM pemuda asal suatu daerah yang tinggal di Condong Catur Depok Sleman. Korban adalah karyawan Swasta di sebuah perusahaan di Yogyakarta.
Timbul menyebutkan peristiwa tersebut bermula Selasa malam sekira pukul 20.30 WIB akan berlangsung rapat di Asrama Mahasiswa suatu daerah yang berada di Jalan Kemasan Umbulharjo Kota Yogyakarta.
"Saat rapat itu nampaknya berlangsung dengan panas," terang dia.
Timbul menambahkan pada saat rapat berlangsung, kemudian ada yang melempar dengan sandal, selanjutnya terjadilah keributan. Menyadari korban hanya datang berempat kemudian memutuskan untuk keluar dari rapat dengan maksud meninggalkan lokasi.
Akan tetapi ketika hendak keluar, ternyata di depan pintu sudah dihadang beberapa orang dengan membawa sajam. Selanjutnya korban bersama dengan teman-teman mencoba untuk melarikan diri akan tetapi nahas korban terkena hantaman/sabetan senjata tajam.
"Korban terkena sabetan di kepala bagian belakang yang mengakibatkan korban jatuh tersungkur," ungkapnya.
Usai peristiwa tersebut, teman-teman korban langsung melarikan korban ke RS Hardjo Lukito. Namun karena lukanya cukup parah, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Saat ini korban berada di RS. Hardjo Lukito untuk dilakukan identifikasi untuk bisa mengetahui penyebab kematian korban. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan berkaitan dengan peristiwa tersebut.
"Kami terus mengumpulkan informasi," tambahnya.
Ketika ditanya apakah pelaku berasal dari satu daerah, Timbul menjawab ada kemungkinan memang dari satu daerah. Terkait dengan barang bukti, Timbul mengaku belum bisa menyebutkan. Karena saat tiba di lokasi kejadian korban sudah dibawa ke RS Hardjo Lukito.
