Konten Media Partner

Ketum PPP Dilaporkan ke Polda DIY

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kuasa Hukum Santri Nusantara, Hidayat, saat berikan laporan ke Polda DIY. Foto: istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kuasa Hukum Santri Nusantara, Hidayat, saat berikan laporan ke Polda DIY. Foto: istimewa

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa dilaporkan ke Polda DIY oleh sejumlah orang yang tergabung dalam Santri Nusantara. Suharso dilaporkan karena dianggap telah menyinggung soal amplop untuk kiai dalam pidatonya.

Kuasa Hukum Santri Nusantara, Hidayat mengatakan seorang kiai merupakan orang istimewa yang harus dihargai karena sudah berjuang mendidik generasi bangsa. Sehingga tidak pantas mendapat perlakuan seperti hinaan.

Santri Nusantara siap mengganti seluruh amplop atau uang yang telah dikeluarkan Suharso untuk para kiai. Mereka menyesalkan hanya karena persoalan sepele seperti dengan realita memberi uang jadi carut marut seperti ini.

"Seberapa besar sih pemberiannya? Kaum santri siap mengganti,” tutur Hidayat, dalam keterangan yang diterima Rabu (24/8/2022).

kumparan post embed

Hidayat berharap, laporan yang telah diterima oleh Polda DIY bisa segera ditindaklanjuti dan mendapat titik terang sesuai yang para santri inginkan. Pihaknya berharap kepolisian bisa mengusut kasus ini, sesuai dengan hukum yang ada.

"Kami meminta agar Ketua Umum PPP untuk meminta maaf secara terbuka kepada para kiai dan santri yang sudah dihina olehnya,” kata dia.

Sebelumnya, Suharso juga telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Ari Kurniawan pada Sabtu (10/8/2022). Suharso juga dilaporkan akibat perkataannya yang dinilai telah menghina kiai, santri, dan pondok pesantren.

kumparan post embed

Laporannya teregistrasi dengan nomor LP/B/4281/VIII/2002/SPKT/Polda Metro Jaya. Dalam laporannya, Ari Kurniawan menggunakan Pasal 156 dan 156 A Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Suharso dianggap melanggar aturan perihal menyatakan kebencian atau penghinaan terhadap suatu agama atau golongan di muka umum.

Sebelumnya, Ketum PPP Suharso angkat bicara terkait pidatonya yang menuai polemik. Lewat akun instagramnya, Suharso meminta maaf.

"Saya minta maaf," katanya dalam unggahan di Instagram, Jumat (19/8/2022).

Suharso sesalkan adanya pihak yang sengaja memotong sambutannya dalam acara politik cerdas berintegritas yang digelar KPK, hingga jadi di luar konteks.

"Sedikit merefleksikan atas apa yang saya alami sebagai sebuah ilustrasi, sama sekali tidak ada maksud untuk menyalahkan siapa pun. Saya hanya mengilustrasikan saya akui mungkin saya terbawa emosi untuk mencoba tahu diri," pungkasnya.