Konten Media Partner

Siswa Kelas 6 SD di Gunungkidul Dicabuli Remaja 19 Tahun

Tugu Jogjaverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pencabulan. Foto: Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pencabulan. Foto: Tugu Jogja

Seorang bocah di bawah umur asal Kapanewon Patuk Gunungkidul menjadi korban pencabulan remaja yang dikenalnya melalui media sosial. Aksi ini menambah panjang daftar pencabulan terhadap anak di bawah umur di wilayah Gunungkidul di tahun 2023 ini.

Rabu (18/1/2023) kemarin sudah ada seorang kakek di Kapanewon Paliyan yang diamankan karena telah mencabuli cucunya sendiri berkali-kali. Kakek tersebut mengaku melakukan pencabulan terhadap cucunya karena sayang.

Sementara peristiwa yang terjadi di Patuk menimpa seorang bocah berinisial Nb yang masih duduk di bangku kelas 6 SD di salah satu sekolah di Patuk. Pelaku adalah remaja berumur 19 tahun asal Kapanewon Paliyan.

Aksi pencabulan itu sendiri terjadi pada akhir pekan kemarin. Korban diajak ke Pantai Parangtritis kemudian dicabuli sebanyak 2 kali dalam sehari. Setelah itu korban diantar ke rumahnya.

"Mereka berkenalan lewat media sosial Facebook. Terus perginya tanpa pamit," kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Jumat (20/1/2023).

kumparan post embed

Kapolsek Patuk Kompol Sumadi melalui Kanit Reskrim Polsek Patuk AKP Soni Yuniawan ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Kini mereka tengah melakukan penyelidikan berkaitan dengan dugaan aksi pencabulan tersebut.

"Kami masih lakukan penyelidikan kasus ini," tutur dia, Jumat (20/1/2023)

Soni menyebut korban adalah Nb bocah perempuan yang masih duduk di bangku kelas 6 SD di Patuk, Gunungkidul. Sementara diduga pelakunya adalah remaja 19 tahun asal Kapanewon Paliyan, berinisial Fjs.

Soni mengatakan aksi pencabulan ini bermula ketika pengasuh bocah tersebut kelabakan karena tiba-tiba saja sang bocah menghilang. Mereka berusaha mencari ke sejumlah tempat namun tidak ketemu.

"Dan sore hari, korban diantar pulang oleh pelaku usai jalan-jalan dari Pantai Parangtritis," tambahnya.

Karena merasa curiga, akhirnya orang tua korban berusaha untuk menginterogasi bocah tersebut hingga akhirnya mengaku baru saja dari Parangtritis. Di Parangtritis bocah tersebut mengaku dicabuli oleh pelaku.

Soni mengatakan sejatinya kedua belah pihak sudah bertemu 2 kali usai peristiwa pencabulan tersebut untuk bermusyawarah. Namun karena tidak ada titik temu, Rabu (18/1/2023) sore, aksi pencabulan tersebut dilaporkan ke Mapolsek Patuk.

Soni menyebut, pihak orang tua korban tidak terima anaknya menjadi korban pencabulan, terlebih sudah dua kali berunding namun tidak ada titik temu. Orang tua korban yang tak terima kemudian datang ke Mapolsek Patuk

"Yang melaporkan itu orangtuanya. Ibunya," ungkap dia.

Usai mendapat laporan, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan terhadap saksi korban dan juga ibu korban. Pihaknya sudah melayangkan surat panggilan pemeriksaan terhadap pelaku namun hingga Jumat pagi belum hadir.

Atas peristiwa ini, pihaknya mengimbau kepada warga untuk selalu mengawasi anak-anaknya. Para orang tua diminta untuk mengawasi pergaulan anak-anak mereka terutama melalui media sosial seperti Facebook, Instagram ataupun lainnya.