SPBU di Gunungkidul Ditutup Sementara Usai Harga BBM Naik
·waktu baca 2 menit

Pemerintah secara mendadak mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Kondisi ini di luar kebiasaan karena biasanya dilakukan pada tengah malam atau pergantian tanggal.
Pengawas SPBU Sambi Pitu Patuk Gunungkidul, Agung Widodo ketika ditemui pukul 14.05 mengaku belum lama mendapat kabar jika ada kenaikan BBM bersubsidi. Sekira pukul 13.30 WIB, di group WA para pengelola SPBU dan perwakilan Pertamina mulai membahas kenaikan tersebut.
"Tadi jam setengah dua ribut-ribut benar apa ndak. Lha kok jadi naik jam 2 diumumkan kepastiannya," ujar dia, Sabtu (4/9/2022).
Kondisi ini tentu akan merepotkan petugas SPBU karena mereka harus menghentikan pelayanan terlebih dahulu sembari menunggu penyesuaian mesin dispenser dari pusat yang mereka miliki.
Meskipun sebenarnya sudah tersambung secara online namun secara teknis memang cukup membuat mereka kerepotan. Mereka harus menunggu terlebih dahulu mesin dispenser disesuaikan harganya oleh Pusat.
"Ya biasanya mati dulu 15 - 20 menit untuk penyesuaian," kata dia.
Sekitar pukul 14.05 memang tidak terjadi antrian di beberapa dispenser bahan bakar bersubsidi seperti pertalite ataupun pertamax. Pelayanan pada pukul tersebut masih lancar dilakukan oleh pihak SPBU.
Sekira pukul 14.25 pihak SPBU mulai melakukan penutupan layanan. Pintu SPBU ditutup menggunakan tali rafia sehingga membuat sejumlah pengendara harus berputar arah.
Seperti yang dilakukan oleh Basiyo, warga Sindumartani Kalasan Sleman. Saat itu dia mencoba untuk masuk ke SPBU namun terhalang oleh tali rafia dan dihalang-halangi oleh petugas.
Ketika dikonfirmasi rasio mengaku tidak mengetahui jika ada kenaikan harga BBM mulai pukul 14.30 ini. Namun dirinya mengaku tidak mempermasalahkan kenaikan harga tersebut. Terlebih dilakukan secara mendadak sehingga tidak ada antrian seperti beberapa hari yang lalu.
"Woh jadi naik to. Saya malah Ndak tahu," ujar dia.
