Stok Obat PMK di Gunungkidul Menipis
·waktu baca 2 menit

Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Gunungkidul saat ini disinyalir semakin meluas. Bahkan dari laporan yang diterima Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul jumlahnya sudah mencapai ratusan.
Di satu sisi, kondisi persediaan obat-obatan di wilayah ini hanya sedikit. Mereka memiliki stok obat yang hanya mampu mengobati hewan sekitar 500 ekor. Itupun mereka menggunakan obat sisa kasus antraks beberapa waktu lalu.
“Kami masih memiliki sisa obat antraks yang kami gunakan untuk mengobati hewan yang suspect, tapi saat ini stoknya hanya mampu menangani 500 ekor hewan,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Retno Widyastuti.
Padahal jumlah hewan suspect PMK sudah mencapai 148 ekor. Meluasnya penyebaran PMK ini menjadi perhatian serius agar tidak merugikan masyarakat khususnya para peternak. Selain melakukan penutupan pasar hewan oleh untuk meminimalisir penularan PMK, pihaknya juga melakukan pengobatan.
Dua hari sekali mereka menyambangi hewan ternak yang dikarantina di kandang masing-masing. Selain memberi obat, mereka juga mengontrol agar hewan-hewan tersebut tidak dijual oleh pemiliknya.
"Kami agak khawatir ini. Semakin meningkatnya penularan PMK membuat stok obat yang ada semakin menipis,"ujar dia.
Untuk mengatasi keterbatasan stok obat dan untuk mengantisipasi adanya peningkatan kasus, pihaknya pun membutuhkan dukungan anggaran tambahan untuk pembelian obat-obatan. Dikarenakan insiden PMK merupakan kejadian tidak terduga.
"Penanggulangan PMK belum masuk dalam program rutin dari Dinas. Kami butuh dukungan anggaran," ujar dia.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari menambahkan berkaitan dengan penyebaran PMK yang semakin banyak ini, diharapkan masyarakat tidak panik. Presentase kematian hewan ternak yang terinfeksi PMK terbilang cukup rendah yaitu sebesar 5 derajat.
"Kami meminta agar peternak tidak menyepelekannya dan tetap memperhatikan kebersihan kandang untuk meminimalisir penularan yang dapat berpotensi menimbulkan kerugian," tambahnya.
