Tawarkan Layanan Bisnis Terintegrasi, Teleperformance Hadir di SCH
·waktu baca 2 menit

Bisnis di bidang digital saat ini menjadi salah satu ladang yang cukup subur. Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang sangat besar. Bahkan, berpotensi menjadi bagian dari raksasa digital dunia.
Indikator tersebut ditunjukan oleh data pertumbuhan penetrasi pengguna internet yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021 angkanya melesat hingga 53,73% dari total penduduk Indonesia.
Kolaborasi pelaku ekonomi digital dan pemberi layanan bisnis terintegrasi jadi hal yang penting. Hal ini akan membantu sebuah bisnis untuk memberikan layanan secara digital.
“Kehadiran cabang baru Teleperformance Indonesia di Sleman City Hall -Yogyakarta menjadi bukti komitmen Kami untuk menyerap 4.000 lebih tenaga kerja profesional di Yogyakarta. Site ini sangat potensial untuk menjadi basis utama layanan Multilingual Hub market global. Di Yogyakarta Kami sudah memiliki 2 cabang (site) yakni di Jogja City Mall dan Sleman City Mall,” ujar Michael Wullur, CEO PT Teleperformance Indonesia, peresmian site baru Teleperformance di Sleman City Hall (SCH), Kamis (9/6/2022).
Ia menyampaikan saat ini ada lebih dari 2.500 tenaga kerja dari Yogyakarta yang terserap dalam perusahaan yang berikan jasa layanan bisnis terintegrasi itu. Tak menutup mata, Yogyakarta menjadi Kota Pelajar yang melahirkan lulusan perguruan tinggi yang melek digital.
"Peresmian ini juga menjadi wujud komitmen kami untuk mengembangkan talenta digital di Indonesia," tegasnya.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan bahwa bisnis digital belakangan ini menyerap tenaga kerja di Yogyakarta. Apalagi saat ini adalah era industri 4.0.
Menurutnya, hal ini akan ideal ketika era Society 5.0 telah terlaksana di Indonesia, di mana era ini memiliki konsep memanusiakan manusia. Era tersebut bukan bermaksud menggeser nilai atau value manusia. Namun bagaimana digital mampu meningkatkan ualitas hidup dan memeratakan kemakmuran.
"Semoga keberadaan cabang baru Teleperformance ini dapat beri kontribusi pada DIY dalam peningkatan perekonomian masyarakat maupun mengembangkan visi Jogja Cyber Province," kata Sultan HB X.
Sultan HB X menyebutkan bahwa human intellegence menjadi sesuatu yang mahal harganya. Value manusia dapat dilihat dari bagaimana perusahaan memperlakukan karyawannya.
Saat ini proses digital pun sudah dinikmati masyarakat. Orang tidak perlu lagi keluar rumah untuk membeli sesuatu. Lewat genggaman tangan, semua bisa terlaksana dengan mudah.
"Saya mengingatkan untuk melihat sdm dari sudut pandang human capital dan bukan sekadar human resources," tuturnya.
"Bagi Jogja yang berperadaban dan berbudaya, harapannya manusianya lebih human menggunakan teknologi," tegasnya.
