Konten Media Partner

Warga Jogja Didorong Tingkatkan Kemahiran Bahasa Indonesia

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Tugu Jogja. Foto: Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tugu Jogja. Foto: Tugu Jogja

Bahasa Indonesia adalah jati diri bangsa Indonesia yang memegang peranan penting di segala aspek kehidupan masyarakat khususnya dalam berinteraksi atau berkomunikasi.

Pudarnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di era sekarang, membuat Pemerintah kota (Pemkot) Yogyakarta menyiapkan strategi khusus untuk meningkatkan eksistensi bahasa Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri.

Pemkot Jogja menggandeng Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai bentuk dukungan untuk pengembangan dan pembinaan bahasa dan sastra Indonesia di wilayah Kota Yogyakarta.

"Jadi soal konteks penggunaan Bahasa tidak hanya kebutuhan, tetapi suatu kewajiban. Karena tiga tiganya (bahasa Indonesia, bahasa Jawa dan bahasa Asing) merupakan daya saing utama untuk kemudian membawa pengguna kota Yogyakarta yang lebih baik, sebagai kota Pendidikan, sebagai kota Budaya dan juga sebagai kota Pariwisata," kata Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Aman Yuradijaya, Kamis (11/8/2022).

Aman mengatakan strategi praktik baik dalam bahasa juga patut diterapkan. Maka dari itu, Pemkot Jogja menjadikan Balai Bahasa sebagai mitra dan menunjuk Taman Pintar sebagai wadah dalam mewujudkan pelestarian bahasa Indonesia yang baik dan benar di Yogyakarta.

"Ayo kita sadari pentingnya penggunaan Bahasa Indonesia di masa mendatang. Dari apa yang di sampaikan menyangkut strategi hubungan antara Pemerintah kota Yogyakarta dengan Balai Bahasa saya rasa kita sepakat," ujarnya.

kumparan post embed

Balai Bahasa akan mendampingi beberapa instansi lembaga pemerintah maupun swasta di Yogyakarta untuk mengutamakan bahasa Indonesia.

Dalam kegiatan ini, Praktik Baik nantinya akan fokus pada dua ranah, yakni ranah publik dan ranah surat dinas atau naskah naskah dinas mengingat masih banyaknya kesalahan dalam penulisan surat dinas.

"Kami akan mendampingi selama 3 tahun. Kemudian di tahun ketiga (jika) sudah 90% penggunaan bahasa Indonesia diruang publik dan naskah dinasnya sudah benar, instansi instansi itu di Yogyakarta ada 50 instansi yang kami bina (dan) itu akan menjadi tolak ukur konsultasi instansi lai,." kata Koordinator Pembinaan Bahasa pada Balai Bahasa Yogyakarta, Ratun Untoro.

Sebagaimana telah ditunjuk oleh Sekda DIY, Taman Pintar akan menjadi zona Praktik Baik dalam mengkampanyekan Bahasa Indonesia.

Dengan adanya Praktik Baik ini, penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat tersebar di masyarakat luas, khususnya Yogyakarta.

"Taman Pintar akan menjadi zona praktik baik penggunaan bahasa Indonesia. Nanti akan kami dampingi secara khusus, supaya tidak hanya secara internal taman pintar itu bagus tapi mampu mengkampanyekan bahasa Indonesia yang bagus di ruang publik." pungkas Ratun Untoro. (Maria Wulan)