Konten Media Partner

Warganya Positif COVID-19, Pemerintah Desa Panggungharjo, Bantul Lockdown 2 RT

Tugu Jogjaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga Desa Panggungharjo Bahu membahu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak lockdown di 2 RT di padukuan Karangnongko, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. Foto: dok. Wahyudi Anggoro Hadi
zoom-in-whitePerbesar
Warga Desa Panggungharjo Bahu membahu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak lockdown di 2 RT di padukuan Karangnongko, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. Foto: dok. Wahyudi Anggoro Hadi

Seorang warga padukuan Karangnongko, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, dinyatakan positif Corona. Pria berumur 45 tahun tersebut kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wirosaban Kota Yogyakarta.

Pemerintah Desa Panggungharjo pun akhirnya memutuskan untuk melakukan Lockdown di 2 RT. Keputusan tersebut diambil agar tidak terjadi stigma nisasi terhadap keluarga korban dari warga sekitar. Di samping itu hal tersebut juga dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan penularan Corona.

Lurah Desa Panggungharjo, Wahyudi Anggoro Hadi menuturkan, pihaknya memutuskan untuk melockdown 2 RT salah satunya RT tempat tinggal pasien positif korona tersebut karena secara geografis letaknya berdekatan. Selain itu jika hanya menutup akses di satu RT maka pihaknya akan kesulitan karena terlalu banyak jalan masuk ke RT tempat tinggal pasien positif korona ini.

Kini hampir semua akses jalan di di kedua wilayah RT tersebut telah dipasangi portal karena warga yang tinggal di kedua RT tersebut tidak boleh keluar selama 14 Hari. Untuk melakukan pemantauan pihaknya telah membentuk tim satuan tugas pemantauan yang ditempatkan di kedua RT tersebut.

"Ada 220 Kepala Keluarga (KK) dengan kuranglebih 600 jiwa yang tidak boleh keluar wilayah RT," ujarnya, Selasa (7/4/2020) melalui sambungan telepon.

Warga menyiapkan telur untuk dibagikan pada warga di 2 RT yang dilockdown di padukuan Karangnongko, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. Foto: dok. Wahyudi Anggoro Hadi

Keputusan untuk menutup wilayah 2 RT tersebut juga berkaitan dengan riwayat kontak dari pasien yang dinyatakan positif korona ini. Di mana pasien positif tersebut berprofesi sebagai produsen snak yang dititipkan ke berbagai warung di sekitarnya. Di samping itu, sang istri pasien juga sering bergaul dengan ibu-ibu rumah tangga di Padukuhan Karangnongko ini.

Karena ketidakjelasan kontak tersebut pula jumlah kontak erat yang diajukan untuk rapid test oleh pihak desapun mencapai 21 orang. Di samping pihak keluarga, rapid test juga menyasar ke tetangga kiri kanan yang sering berinteraksi dengan pasien positif corona ini.

"Dua RT ini akan kami lockdown selama 14 hari. Terhitung sejak hari minggu kemarin," paparnya.

Paket sembako yang siap dibagikan untuk warga terdampak lockdown di 2 RT di padukuan Karangnongko, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. Foto: dok. Wahyudi Anggoro Hadi

Selama di-lockdown tersebut warga yang berada di kedua RT tersebut tidak diperkenankan untuk keluar rumah beraktivitas. Untuk kebutuhan pangannya pemerintah Desa telah menganggarkan untuk memberikan bantuan sebesar Rp110.000 per kepala keluarga. Bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk barang seperti beras sebanyak 5 kg telur ayam 1 kg, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kg serta tepung terigu setengah kg.

Untuk memonitoring kondisi kesehatan, pemerintah Desa melakukannya dengan aplikasi perorang. Intervensi kesehatanpun dilaksanakan dengan melihat kondisi masing-masing warga yang ada di kedua RT tersebut. Termasuk juga kemungkinan pemberian asupan gizi ataupun multivitamin yang dibutuhkan.

Wahyudi menambahkan, bagi yang bekerja maka pemerintah Desa mengeluarkan surat permohonan izin kepada masing-masing perusahaan ataupun juga tempat bekerja warga yang tinggal di kedua RT tersebut. Sehingga warga 2 RT tersebut tidak khawatir akan diberhentikan dari perusahaan tempatnya bekerja.

Warga mendistribusikan paket sembako untuk warga terdampak lockdown di 2 RT di padukuan Karangnongko, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. Foto: dok. Wahyudi Anggoro Hadi

"Kemarin (Senin) ada yang tetap nekat mau bekerja kami perkenankan kan Namun ternyata di tempat kerjanya malah diisolasi di klinik perusahaan tersebut dan diminta untuk pulang sore harinya. Hari ini kita mengeluarkan surat izin bekerja cukup banyak," ujarnya.

Secara keseluruhan Pemerintah desa berencana akan melakukan perubahan APBDes mereka di mana lokasi untuk penanggulangan COVID19 besarnya akan mencapai Rp 500 juta. Nilai tersebut sesuai dengan patokan yang telah ada di pemerintah pusat di mana 10% dari APBN dialokasikan untuk penanggulangan wabah corona ini.

Untuk tahap awal di mana APBDes sebelumnya hanya menganggarkan sebesar Rp 45 juta. Karena belum ada ada perubahan anggaran maka untuk menutupi kebutuhan awal pemerintah Desa telah membuka donasi dari masyarakat. Donasi yang sementara sudah masuk berasal dari para perangkat desa yang mencapai Rp 48 juta bahkan ada anggota masyarakat yang menyumbang sebesar Rp 10 juta Rp5.000.000 ataupun Rp 100.000.

Informasi selengkapnya klik di sini