Konten dari Pengguna

Video Viral Ini Tunjukan Pewarna Makanan Karmin Terbuat dari Serangga Kutu Daun

Viral Food Travel

Viral Food Travel

Berita viral seputar Food dan Travel

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Viral Food Travel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jelly beans khas Paskah Foto: dok.shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jelly beans khas Paskah Foto: dok.shutterstock

Sebuah video viral di TikTok lantaran menunjukkan kandungan pewarna makanan yang terbuat dari serangga dalam brand minuma susu.

Video yang diunggah akun @ilmumakanan mengungkapkan kalau pewarna makanan karmin, yang banyak terdapat di produk dengan tambahan pewarna merah, terbuat dari serangga cochineal atau kutu daun.

embed from external kumparan

Video yang diunggah pada 14 September ini sudah dilihat lebih dari 5,3 juta kali, dan disukai 555 ribu pengguna TikTok. Video dimulai dengan pemilik akun TikTok ini masuk ke minimarket dan menunjukkan produk-produk susu serta yoghurt.

“Kalau kamu ke toko apa pun, coba cek produk makanan atau minuman yang berwarna kemerahan contohnya dari susu atau yogurt,” ungkap suara di video viral tersebut.

Pewarna Alami Karmin dalam produk susu. Foto: @ilmumakanan /TikTok

“Pasti ada tulisan di komposisinya, menggunakan pewarna alami karmin,” tambahnya sembari menunjukkan produk-produk susu.

Setelah melihat komposisi beberapa produk susu dan yoghurt stroberi, akun ini kemudian menunjukkan foto bubuk merah yang merupakan bahan pewarna alami tersebut.

Bubuk pewarna karmin. Foto: @ilmumakanan /TikTok

“Nah, sekarang aku bakal kasih tau karmin terbuat dari apa. Tapi kalian janji enggak boleh kaget, enggak boleh teriak, enggak boleh takut makan produk yang ada ini (karmin),” kata akun TikTok yang membahas soal makanan ini.

“Iya ini kutu daun, jenis cochineal yang dihancurkan,” ungkapnya sembari menunjukkan foto serangga kutu daun.

Video ini pun menimbulkan berbagai reaksi berbeda, dari kaget sampai penasaran. “Thank you kak jadi nambah pengetahuan aku, tapi tapi… itu tidak apa-apa kan kalau dikonsumsi jangka panjang?” tanya akun @dinda.

Komentar tersebut dijawab oleh pembuat video memberitahu bahwa pewarna tersebut aman, tetapi mungkin dapat berefek pada orang-orang yang alergi protein serangga.

Komentar berbeda datang dari akun @matcha yang berkata, “terkadang jadi seseorang yang gak tau apa-apa emang enak.”

Nah, kalau kamu bagaimana, apa baru tahu juga?