Lepas Saham DKI di Perusahaan Bir, Anies-Sandi Siapkan Jasa Konsultan

Sikap Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies-Sandi untuk melepas seluruh kepemilikan saham Pemprov DKI Jakarta di PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) tidak main-main. Kabar terakhir, mereka mengaku tengah menyiapkan konsultan berpengalaman di bidang investasi untuk menghitung nilai saham milik Pemprov DKI yang akan dilepas.
DLTA adalah perusahaan pemegang hak merek Anker Bir, Carlsberg, San Miguel, dan Stout. Saat ini, Pemprov DKI Jakarta telah memiliki 26,25 persen saham di DLTA. Rinciannya milik Pemprov DKI Jakarta adalah 23,34 persen dan BP IPM Jaya sebesar 2,91 persen. BP IPM Jaya juga masih berada di bawah naungan Pemprov DKI Jakarta.
Baca juga: Mengupas Gerak Bisnis Delta Djakarta, Perusahaan Bir Milik Pemprov DKI
Baca juga: Sandi: Saham Bir Banyak yang Minat, Tapi Enggak Cocok untuk DKI
"Saya akan tunjuk konsultan yang berpengalaman di bidang divestasi," kata Sandiaga Uno saat ditemui di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (24/4).
Sandi menyatakan kinerja DLTA sampai saat ini terbilang masih cukup oke. Namun dia dan pasangannya, Anies Baswedan sudah bertekad untuk melepas seluruh saham kepemilikan Pemprov DKI di DLTA.

"Karena perusahannya sendiri bagus, dan dikelola secara baik tapi tidak pantas. Tidak pantas dan tidak strategis sebuah Pemerintah Provinsi memiliki saham di perusahaan yang tidak mengurus harta hidup orang banyak," imbuhnya.
Baca juga: Ahok Serahkan Keputusan Penjualan Saham Pemprov ke Anies Baswedan
Baca juga: Anies Akan Lepas Saham Pemprov DKI di Perusahaan Bir
Padahal Pemprov DKI Jakarta setiap tahun menerima dividen dari DLTA. Misalnya di tahun 2012, Pemprov DKI menerima dividen Rp 46,2 miliar. Jumlah itu bertambah di tahun 2013 menjadi Rp 48,3 miliar dan di tahun 2014 menjadi Rp 50,4 miliar.
"Karena tidak sesuai dengan visi kami maju kotanya, bahagia warganya," tutupnya.
