Rating Utang RI Naik Akan Dongkrak Investasi di RI Sampai 8 Persen

Indonesia telah mendapat peringkat layak investasi dari lembaga pemeringkat internasional, Standard and Poor's (S&P). Sebelum S&P, dua lembaga pemeringkat internasional lainnya yaitu Fitch dan Moody's juga telah memberikan peringkat serupa.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan setelah mendapatkan label layak investasi dari S&P, Indonesia otomatis telah mendapatkan pandangan yang baik dari para investor di dunia. Hal ini akan memudahkan Indonesia untuk mencari utang baru.
Baca juga: Alasan S&P Naikkan Peringkat RI Jadi Layak Investasi
Baca juga: Ekonom Bank Asing Komentari Peringkat Layak Investasi RI dari S&P
"S&P bagus karena S&P ini membuka peluang ketika kita mencari utang dari market. Dulu itu banyak lembaga-lembaga yang punya uang hanya mau membeli surat berharga kalau dari tiga (lembaga) rating itu semuanya sudah investment grade," kata Bambang usai meluncurkan Survei on Financial Inclusion and Access (SOFIA) yang diselenggarakan di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Senin (22/5).

Bambang menyebutkan dengan disematkannya label layak investasi oleh S&P, maka akan mendorong lebih deras lagi investasi yang masuk ke Indonesia. Saat ini rata-rata pertumbuhan investasi ke Indonesia adalah 4 sampai 5 persen per tahun.
"Dengan investasi, kita harapkan pertumbuhan jadi lebih cepat, saat ini investasi pertumbuhannya hanya 4-5 persen (terhadap PDB). Ini sama sekali tidak cukup, makanya kita ingin dorong investasi ke arah 7-8 persen untuk dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi," paparnya.
Baca juga: Pertama Kalinya Sejak 1998, RI Raih Layak Investasi dari S&P
Baca juga: Harapan Sri Mulyani Usai S&P Naikkan Peringkat RI Jadi Layak Investasi
Selain itu, ia juga berharap setelah Indonesia mendapatkan label layak investasi maka investor makin betah menanamkan investasinya di dalam negeri.
"Jadi harapannya dengan S&P sudah memberikan investment grade, cost of fund-nya sudah turun lagi dan ini membuat surat utang kita menjadi lebih kompetitif, dan yang paling penting biaya bunganya turun," ucapnya.
