RI Masih Doyan Impor Bawang Putih, Kapan Bisa Swasembada?

Kementerian Perdagangan mendata 95 persen kebutuhan bawang putih nasional masih harus dipenuhi dengan cara mengimpor dari negara lain. Negara China menjadi pemasok terbesar kebutuhan bawang putih Indonesia.
Lalu kapan Indonesia bisa swasembada bawang putih?
Baca juga: Kemendag Akan Perketat Pemberian Izin Impor Bawang Putih
Baca juga: Mendag Minta Satgas Pangan Sisir Pedagang dan Importir Bawang Putih
"Terkait roadmap, ini bagian upaya kita membangun kemandirian ketersediaan produksi dalam negeri. Jadi kalau lihat grafik, dalam negeri produksinya 20.000 ton, kita kasih impor sampai 500.000 ton. Harapan kami dengan dukungan para mitra dan stakeholder ikut berpartisipasi dalam menjaga tanaman bawang putih target kita 2033 swasembada," kata Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono usai rapat mengenai pengendalian harga bawang putih di Kantor Kementerian Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Senin (8/5).

Sementara itu di tempat yang sama, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengakui impor bawang putih Indonesia masih cukup tinggi. Ini terjadi karena minimnya produksi bawang putih lokal sedangkan kebutuhannya cukup besar.
"Kebutuhan yang tercatat sekitar 400.000-480.000 ton per tahun dan yang untuk kepentingan diri sendiri 15.000-16.000 ton," imbuhnya.
Baca juga: Importir: 2.900 Ton Bawang Putih Impor Siap Masuk RI Pekan Depan
Menurut Enggar selain dari China, Indonesia juga mengimpor bawang putih dari India tetapi jumlahnya tidak besar. Harga bawang putih India juga lebih murah dari China.
"Harga rangenya berbeda, Rp 20.000 sampai Rp 40.000 per kg itu dari China. India Rp 15.000 per kg. Kalau ada tambahan siapkan, mengenai roadmap kita akan mendorong kemitraan," seru Enggar.
