Konten dari Pengguna

Pemeriksaan Kesehatan (MCU) Gratis di Hari Ulang Tahun : Hadiah Pemerintah

Zuhroini hayati
Mahasiswa Politeknik Statistika STIS
13 Januari 2025 9:35 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Zuhroini hayati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Pemeriksaan Kesehatan (Sumber : pixels.com/Andrei_r)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pemeriksaan Kesehatan (Sumber : pixels.com/Andrei_r)
ADVERTISEMENT
Pemeriksaan kesehatan gratis pada awal tahun 2025 membawa kabar bahagia bagi masyarakat Indonesia. Presiden Prabowo Subianto mengumumkan program pemeriksaan kesehatan atau yang kerap dikenal dengan sebutan Medical Chek Up (MCU) gratis yang akan diberikan kepada masyarakat setiap hari ulang tahun mereka. Kebijakan ini disambut antusias, karena pemeriksaan kesehatan secara berkala selama ini lebih sering dilakukan oleh kalangan menengah ke atas yang lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Sebaliknya, banyak masyarakat dari kelompok rentan yang belum pernah melakukan pemeriksaan kesehatan sama sekali, atau baru peduli terhadap kesehatannya setelah merasakan gejala penyakit.
ADVERTISEMENT

Mengapa pemerintah menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis?

Pemerintah menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan atau Medical Chek Up (MCU) gratis ini sebagai salah satu upaya strategis untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat. Pada tahun 2024, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa 27,34% penduduk Indonesia memiliki keluhan kesehatan, meningkat dari 26,27% pada tahun 2023. Banyak diantara mereka menghadapi kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan akibat keterbatasan biaya atau fasilitas. Program ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit sejak dini, mengurangi angka kesakitan, dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan.
Program didanai sepenuhnya oleh pemerintah yang akan dilaksanakan mulai Februari 2025. Melalui layanan ini, diharapkan masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sehingga dapat melakukan langkah pencegahan dan perawatan yang tepat. Hal ini berpotensi mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung, karena kondisi tersebut dapat terdeteksi lebih awal sebelum berkembang menjadi lebih parah. Selain itu, program ini juga mendorong kesetaraan akses terhadap layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Dengan demikian, program ini tidak hanya mendukung kesehatan individu, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.
ADVERTISEMENT

Jenis pemeriksaan kesehatan yang ditawarkan

Layanan ini mencakup berbagai kondisi kesehatan yang diperiksa berdasarkan kelompok usia. Untuk balita, pemeriksaan meliputi hipotiroid kongenital, penyakit jantung bawaan kritis, hiperplasia adrenal kongenital, defisiensi Glukosa-6-Fosfat Dehidrogenase (G6PD), perkembangan, serta kesehatan indera pendengaran, penglihatan, gigi dan mulut, talasemia, dan fungsi hati (hepar). Bagi remaja, pemeriksaan meliputi kesehatan indera pendengaran, penglihatan, gigi dan mulut, talasemia, anemia, obesitas, diabetes melitus, hipertensi, paru-paru, kesehatan jiwa, dan kebugaran. Sementara itu, untuk kelompok usia 18-39 tahun, layanan ini meliputi pemeriksaan kesehatan indera pendengaran, penglihatan, gigi dan mulut, obesitas, diabetes melitus, hipertensi, faktor risiko jantung dan stroke, penyakit ginjal kronis, paru-paru, kesehatan jiwa, kebugaran , serta deteksi kanker payudara, kanker leher rahim, hepar, dan osteoporosis.
ADVERTISEMENT
Untuk kelompok usia 40-59 tahun, layanan ini juga mencakup pemeriksaan kolesterol, faktor risiko stroke, dan faktor risiko jantung, di samping pemeriksaan indera pendengaran, penglihatan, gigi dan mulut, obesitas, diabetes melitus, hipertensi, penyakit ginjal kronis, paru-paru , kesehatan jiwa, kebugaran, kanker payudara, kanker leher rahim, kanker usus, hepar, dan osteoporosis. Sedangkan untuk lansia, pemeriksaan serupa dengan kelompok usia 40-59 tahun, namun lebih menitikberatkan pada kesehatan menyeluruh untuk mendukung kualitas hidup.

Cara mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis

untuk mendapatkan layanan ini, ada 2 cara yang bisa masyarakat lakukan.
Pertama, datang langsung ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat lainnya dan menunjukkan kartu identitas. Petugas puskesmas akan menverifikasi data menggunakan data Dukcapil sebelum pemeriksaan kesehatan dilakukan.
ADVERTISEMENT
Kedua, daftar melalui aplikasi SatuSehat Mobile di perangkat anda. Caranya sangatlah mudah. Anda hanya perlu mengikuti 5 langkah berikut:
Ilustrasi Unduh Aplikasi SATUSEHAT Mobile (Sumber : Zuhroini Hayati)
Ilustrasi Daftar Akun SATUSEHAT Mobile (Sumber : Zuhroini Hayati)
Ilustrasi Melengkapi Data Pribadi SATUSEHAT Mobile (Sumber : Zuhroini Hayati)
Ilustrasi Kode Verifikasi akun SATUSEHAT Mobile (Sumber : Zuhroini Hayati)
Zuhroini Hayati, mahasiswa d3 statistik Politeknik Statistika STIS.
ADVERTISEMENT