7 BUMN yang Rombak Manajemen di Masa Transisi Kabinet

Kementerian BUMN mengagendakan perombakan manajemen di masa transisi kabinet. Seperti diketahui Presiden Joko Widodo atau Jokowi tengah menyusun kabinet baru untuk periode kedua pemerintahannya yang akan dimulai pada Oktober 2019.
Perombakan manajemen itu diagendakan di tujuh BUMN, yakni 4 bank, 2 perusahaan farmasi, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk yang bergerak di sektor energi.
Sebelumnya, Jokowi meminta para menterinya tak mengambil keputusan strategis hingga Oktober 2019 nanti atau saat pembentukan kabinet pemerintahan baru. Keputusan strategis itu termasuk di antaranya mengganti dirjen hingga manajemen BUMN.
"Iya memang (dilarang) sampai Oktober. Memang ada arahan seperti itu waktu sidang kabinet," tutur Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (6/8).
Diminta tanggapan soal ini, Deputi Kementerian BUMN Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media, Fajar Harry Sampurno, menyatakan pergantian pengurus perusahaan sudah mendapat persetujuan Presiden.
“Memang kalau direksi dirombak persetujuan siapa? Kalau ada pergantian direksi persetujuan siapa? Presiden kan! Jadi pertama tahun lalu ada RUPSLB biasa saja, enggak diributin,” katanya saat ditemui di acara Pertamina Digital Expo di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (29/8).
BUMN mana saja yang menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang mengangendakan pergantian pengurus?
Bank Mandiri
Bank Mandiri menjadi BUMN pertama yang menggelar RUPSLB menjelang transisi kabinet ini. Dalam RUPSLB yang berlangsung Rabu (28/8), diputuskan pergantian anggota dewan komisaris yakni Askolani, oleh Rionald Silaban.
Askolani saat ini juga menjabat Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan. Sedangkan Rionald, pegawai karier di Kemenkeu yang saat ini menjabat Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kemenkeu.
Sekretaris Kementerian BUMN yang juga Wakil Komisaris Utama Bank Mandiri, Imam Apriyanto, mengatakan pengangkatan Rionald berlaku efektif setelah disetujui OJK dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Bank BTN
Bank BTN menggelar RUPSLB pada Kamis (29/8). Selain mengagendakan evaluasi kinerja sepanjang semester I 2019, bank yang fokus di pembiayaan perumahan ini juga mengagendakan pergantian pengurus.
Informasi yang beredar di kalangan wartawan, menyebut akan ada pergantian Direktur Utama Bank BTN yang saat ini dijabat Maryono. Salah satu pemicunya adalah kinerja yang menurun. Pada semester I 2019, BTN maraih laba bersih Rp 1,3 triliun, turun 7 persen secara year on year.
Pengganti Maryono disebut-sebut berasal dari lingkungan bank BUMN lain. Tapi Kementerian BUMN belum mengkonfirmasi kabar ini.
Bank BNI
Bank BNI dijadwalkan menggelar RUPSLB pada Jumat (30/8). Sama seperti bank BUMN lain, dalam pemberitahuan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), agendanya adalah evaluasi kinerja semester I 2019. Sementara agenda perubahan susunan direksi masih direncanakan.
Mata acara tersebut berdasarkan surat dari Kementerian BUMN tertanggal 10 Juli 2019. Tapi sumber kumparan di jajaran komisaris bank ini menyebutkan, tidak ada rencana pergantian manajemen di bank tersebut.
“Ini sebenarnya RUPS biasa saja. Enggak ada direksi yang diganti,” katanya kepada kumparan.
Bank BRI
Bank BRI bakal menggelar RUPSLB pada Senin (2/9). Dalam penyampaian panggilan kepada peserta RUPSLB, disebutkan agenda acara adalah perubahan susunan pengurus perseroan. Selain itu, evaluasi kinerja perseroan semester I 2019 dan persetujuan recovery plan.
Perombakan manajemen bank terbesar di Indonesia ini, dipertanyakan. Karena sepanjang semester I 2019 BRI meraup laba bersih Rp 16,16 Triliun atau naik 8,19 persen year on year. Masa jabatan Suprajarto sebagai Direktur Utama Bank BRI, juga baru berjalan dua tahun.
Perusahaan Gas Negara
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) berencana menggelar RUPSLB pada Jumat, 30 Agustus 2019. Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini sudah menyampaikan rencana RUPSLB sejak 15 Juli 2019, dengan mata acara yaitu evaluasi kinerja perseroan pada semester I 2019, dan perubahan susunan pengurus perseroan.
Jika pergantian pengurus ini benar terjadi, juga mengundang pertanyaan. Karena PGAS barus saja menjalani konsolidasi jadi anak perusahaan Pertamina, sebagai bagian dari pembentukan Holding BUMN bidang Migas.
Berbeda dengan pengumuman RUPSLB, Fajar Harry Sampurno, menyatakan tak akan ada pergantian pengurus di PGN.
"PGN siapa? Belum tentu diganti loh. Tahun lalu juga ada agenda perubahan direksi tapi enggak diganti. Belum tentu diganti. Kalau ada diganti ya diganti, kalau komisaris ya komisaris. Ya itu kemarin (Bank Mandiri) komisaris kan disetujui presiden,” katanya.
Kimia Farma
Kimia Farma berencana menggelar RUPSLB pada Rabu (18/9). Rencana tersebut disampaikan dalam keterbukaan infromasi pada 5 Agustus 2019. Dalam surat tersebut, Kimia Farma belum menyampaikan mata acara yang akan dibahas.
Pemerintah memang sedang menyiapkan pembentukan Holding BUMN bidang Farmasi. Kimia Farma yang baru mengakuisisi PT Phapros, akan masuk ke dalam holding tersebut.
Indofarma
Indofarma akan menggelar RUPSLB bersamaan dengan Kimia Farma, yakni pada Rabu (18/9). Rencana tersebut terungkap setelah Indofarma menyampaikannya dalam keterbukaan informasi pada 5 Agustus 2019.
Dalam keterbukaan informasi itu, Perseroan mengagendakan dua mata acara, yakni perubahan anggaran dasar dan perubahan pengurus. Adanya perubahan anggaran dasar, mengarah ke pembentukan Holding BUMN bidang Farmasi.
