Kumparan Logo

Butuh Dana Ekspansi, Kimia Farma Terbitkan Surat Utang Rp 600 Miliar

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konpers PT Kimia Farma (Persero) Tbk Tahap II 2018 (Foto: Abdul Latif/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Konpers PT Kimia Farma (Persero) Tbk Tahap II 2018 (Foto: Abdul Latif/kumparan)

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) secara resmi mengumumkan penerbitan surat utang jangka menengah atau Medium Term Note (MTN) tahap II sebesar Rp 600 miliar. Dana hasil penerbitan surat utang tersebut akan dipakai untuk ekspansi usaha perseroan yang tahun ini diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 3,5 triliun.

"Penerbitan MTN ini menguntungkan dan memberi sumber pendanaan yang lebih cepat dibandingkan bentuk pinjaman lain. Dana hasil penerbitan MTN akan memperkuat kapasitas pembiayaan, karena Kimia Farma sedang melakukan ekspansi bisnis di tahun ini," kata Direktur Utama Kimia Farma Honesti Basyir saat jumpa pers Penandatanganan Perjanjian Penerbitan dan Penunjukan Agen Pemantau MTN Kimia Farma Tahap II di Hotel Grand Marcure, Jakarta, Senin (12/3).

Penandatangan MTN PT Kimia Farma (Persero) (Foto: Abdul Latif/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Penandatangan MTN PT Kimia Farma (Persero) (Foto: Abdul Latif/kumparan)

Dia menambahkan, penerbitan MTN tahap II dengan nilai sebesar Rp 600 miliar akan digunakan untuk membiayai ekspansi melalui investasi beberapa proyek lain dari Kimia Farma Group. Adapun jangka waktu penerbitan MTN selama tiga tahun dengan kupon 7,75%. Kupon dengan rate tersebut sesuai dengan rating AA- (double A minus) yang diperoleh Kimia Farma dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Dalam aksi korporasi ini, Kimia Farma menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas sebagai arranger dan PT BNI Tbk (BBNI) sebagai agen pemantau.

"Jadi kami sangat agresif karena kita ingin menjadikan leader di industri farmasi. Inilah yang menjadi modal kami untuk dapat berekspansi dari hulu, manufacturing sampai ke hilir," sebutnya.

Sepanjang tahun 2017, Kimia Farma mencatat pendapatan sebesar Rp 6,127 triliun, jumlah ini meningkat 5,4% dari pendapatan tahun 2016 yang hanya sebesar Rp 5,812 triliun. Laba usaha tahun 2017 tercatat sebesar Rp 536 miliar atau meningkat 21% dari tahun 2016 senilai Rp 443 miliar.

Sementara itu, di tahun 2017 Kimia Farma mampu membukukan total aset sebesar Rp 6,096 triliun atau meningkat 32,15% dibandingkan total aset 2016, yakni sebesar Rp 4,613 triliun. Pertumbuhan aset tersebut disebabkan oleh bertambahnya aset lancar Kimia Farma pada 2017 sebesar Rp 3,662 triliun atau meningkat 25,97% dari tahun sebelumnya yakni Rp 2,907 triliun.