Kumparan Logo

Mike Phelan sebagai Direktur Teknik Man United, Cukupkah?

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ole Gunnar Solskjaer dan Mike Phelan memberi instruksi pada para pemain Man United. Foto: Reuters/Phil Noble
zoom-in-whitePerbesar
Ole Gunnar Solskjaer dan Mike Phelan memberi instruksi pada para pemain Man United. Foto: Reuters/Phil Noble

Titik terang soal masa depan Mike Phelan bersama Manchester United mulai terlihat jelas. Akan tetapi, peran yang kemungkinan besar diberikan United kepada Phelan bukan seperti yang diprediksi selama ini. Alih-alih menjadi asisten pelatih, Phelan kemungkinan justru akan diberi jabatan direktur teknik.

Rencana penunjukan Phelan sebagai direktur teknik ini digaungkan oleh Jason Burt dalam kolomnya di Telegraph. Pertimbangan United dalam rencana ini, tulis Burt, didasarkan pada rekam jejak Phelan sendiri. Phelan adalah orang Manchester United. Sebagai mantan pemain dan anggota staf kepelatihan, pria 56 tahun itu dianggap sosok yang tepat untuk bekerja bersama pelatih Ole Gunnar Solskjaer.

Menunjuk Phelan sebagai direktur teknik atas dasar kedekatan dengan Manchester United memang bukan perkara aneh. Lagipula, Solskjaer awalnya ditunjuk sebagai pelatih interim juga karena itu. Soal bagaimana dia akhirnya dikontrak secara permanen, itu murni meritokrasi. Empat belas kemenangan dalam 19 pertandingan jelas bukan catatan yang buruk untuk menjadi dasar bagi pengikatan permanen tersebut.

Yang agak aneh dari rencana pengangkatan Phelan itu sebenarnya adalah jabatannya. Direktur teknik di sini tidak sama dengan direktur olahraga. Burt menjelaskan bahwa, sebagai direktur teknik, Phelan tidak akan menjadi atasan Solskjaer. Kedua sosok ini akan bekerja dalam tingkat jabatan yang sama dan mereka bakal melapor secara langsung kepada Wakil Direktur Ed Woodward.

embed from external kumparan

Sebagai direktur teknik di United nantinya, Phelan tidak akan bertanggung jawab secara penuh akan transfer pemain seperti halnya direktur olahraga di klub-klub lain. Hal-hal yang akan masuk ke dalam tanggung jawab eks gelandang andalan Alex Ferguson itu adalah pengawasan terhadap pemain tim utama, pemain pinjaman, dan akademi. Untuk urusan transfer, wewenang Phelan hanya sebatas memberi input kepada Woodward.

Rencana Manchester United untuk menunjuk seorang direktur teknik ini sudah final. Hanya, belum tentu Phelan yang bakal ditunjuk karena dia sendiri masih terikat kontrak sebagai direktur olahraga di klub Australia, Central Coast Mariners. Ada juga kandidat lain macam John Murtagh (Kepala Pengembangan Pemain Muda) and Tony Whelan (Wakil Direktur Akademi). Namun, untuk memudahkan pengandaian, mari anggap Phelan adalah kandidat terkuat yang sudah hampir pasti akan mendapat pekerjaan tersebut.

Penunjukan seorang direktur teknik ini merupakan sebuah langkah maju bagi Manchester United karena semenjak kepergian Ferguson dan David Gill klub ini tertinggal jauh dari lawan-lawannya, baik di Inggris maupun Eropa. United bermanuver bak ayam tanpa kepala. Mereka tidak tahu langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk menjadi klub modern.

Setidaknya, dengan adanya seorang direktur teknik, kebijakan yang menyangkut hal-hal teknis akan lebih tertata. Kendati demikian, besarnya wewenang Woodward dalam hal rekrutmen adalah masih menjadi tanda tanya.

embed from external kumparan

Sebenarnya, ada indikasi bahwa pengebirian peran direktur teknik ini berkaitan dengan apa yang dilakukan Jose Mourinho beberapa waktu lalu. Mourinho pernah mengeluh bahwa struktur organisasi Manchester United sudah kuno dan membuat klub tidak beroperasi sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, Mourinho pun merekomendasikan sosok bernama Luis Campos sebagai kandidat direktur olahraga. Campos dan Mourinho pernah bekerja sama sebelumnya di Real Madrid.

Ini yang dikhawatirkan Manchester United. Mereka tidak mau ada aliansi yang terlalu kuat antara pelatih dan direktur olahraga. Itulah mengapa, United kemudian merencanakan untuk merekrut seorang direktur teknik yang bisa disupervisi secara langsung oleh sang Wakil Direktur.

Sekali lagi, ini berarti wewenang Woodward masih sangat besar. Akan tetapi, setidaknya ada sisi positif yang bisa diambil. Keberadaan direktur teknik yang bekerja berdampingan dengan pelatih paling tidak bisa mengurangi kekuatan wewenang dari Woodward sendiri. Setidaknya, gelas Manchester United sudah terisi separuh.

Buah dari hal ini sebenarnya sudah bisa dilihat dengan keputusan melego Marouane Fellaini dan tidak memberi kontrak baru pada Antonio Valencia. Ketika dilepas ke Liga China, Fellaini sudah berusia lebih dari 31 tahun. Sementara, Valencia yang kontraknya habis akhir musim 2018/19 sudah berusia 33 tahun dan jarang bermain. Pemain uzur dengan kontribusi minim tidak akan mendapat tempat di skuat United sekarang.

embed from external kumparan

Dua hal itu merupakan buah dari pemikiran Solskjaer dan Phelan. Dengan kata lain, dalam kapasitas yang terbatas —pelatih dan asisten pelatih interim— saja mereka sudah bisa membuat perbedaan. Maka, dengan jabatan yang permanen, Solskjaer dan Phelan bisa membuat perbedaan lebih besar lagi.

Dalam konferensi pers setelah dikontrak secara permanen, Solskjaer berkata bahwa musim panas 2019 akan jadi masa yang sibuk bagi United. Mantan pelatih Molde FK itu ingin agar transfer United dilangsungkan secara cepat demi memuluskan aktivitas pramusim. Kesalahan di musim terakhir Mourinho tidak akan diulangi lagi.

Rencana pun, menurut Mark Ogden dalam kolomnya di ESPN, sudah disusun. Menurut seorang sumber, Manchester United sebetulnya telah mengubah kebijakan transfernya sejak bursa transfer 2018 dibuka. Mereka tidak mau lagi mendatangkan pemain-pemain tua dan ini adalah alasan mengapa permintaan Mourinho untuk Willian Borges serta Toby Alderweireld tidak dikabulkan.

Kebijakan ini sejatinya mirip dengan kebijakan era Ferguson-Gill. Pengecualian memang ada, seperti kala United mendatangkan Robin van Persie serta Alexis Sanchez. Namun, pengecualian adalah pengecualian. Tidak ada jaminan United akan mengulangi hal itu.

embed from external kumparan

Nah, dengan kebijakan yang baru ini, Solskjaer dan siapa pun direktur tekniknya nanti diharapkan bakal memegang peran besar. Karena sang direktur teknik juga akan mengawasi perkembangan pemain-pemain akademi, kemungkinan besar nama-nama macam Mason Greenwood, Angel Gomes, dan Tahith Chong bakal diberi panggung lebih besar lagi.

Meski demikian, mengandalkan pemain muda dari akademi saja tidak akan cukup. Apalagi, Solskjaer cuma diberi kontrak tiga tahun dan tak memiliki banyak waktu. Untuk mengubah United sepenuhnya dalam waktu yang tak terlalu lama, pembelian pemain tetap harus dilakukan.

Di sini, dikhawatirkan Woodward tidak memiliki kemampuan melakukan manuver dengan baik. Sebagus apa pun input yang sudah diberikan, kalau eksekusinya tidak bagus akan percuma. Seorang direktur olahraga sungguhan, seperti Fabio Paratici di Juventus, biasanya sudah memiliki akses bagus kepada agen, klub, dan pemain. Woodward, sementara itu, harus membuktikan diri lagi.

Dengan demikian, pada dasarnya, penunjukan direktur teknik di Manchester United untuk pertama kalinya adalah hal positif. Ini menunjukkan bahwa 'Iblis Merah' akhirnya mau bergabung dalam arus modernitas. Namun, apakah itu bakal cukup, hanya waktu yang akan bisa menjawab. Jika memang direktur teknik, dengan kewenangan seperti yang sudah disebutkan, dirasa masih kurang, maka United mau tak mau harus kembali berbenah nantinya.