Pencarian populer

Menikmati Puisi Joko Pinurbo Lewat Suara Merdu Oppie Andaresta

Oppie Andaresta (Foto: Munady)

Joko Pinurbo merupakan seorang penyair yang sudah aktif menulis puisi sejak 1980-an. Pria berusia 56 tahun tersebut menorehkan gaya dan warna tersendiri dalam dunia sastra Indonesia. Joko biasanya menulis puisi yang isinya dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari.

Sastrawan yang kerap disapa Jokpin ini biasanya memadukan unsur-unsur naratif, refleksi diri, dan sedikit 'kenakalan' dalam tiap karya yang digarapnya. Beberapa hasil karyanya yang terkenal antara lain adalah 'Kamus Kecil', 'Anak Seorang Perempuan', dan 'Pacar Kecilku'.

Untuk mengapresiasi karya-karya Joko Pinurbo, Galeri Indonesia Karya menampilkan sebuah pertunjukan bertajuk 'Nyanyian Puisi Joko Pinurbo (Tribute to Joko Pinurbo)' pada Sabtu (27/10). Acara ini dimeriahkan oleh penyanyi senior Oppie Andaresta, aktris teater Sha Ine Febriyanti, dan pengamat sekaligus pelaku seni, Indah Ariani.

Oppie sendiri baru mengeluarkan album barunya yang berjudul 'Baju Bulan' pada April lalu. Album barunya tersebut berisi 9 lagu yang berasal dari puisi-puisi karya Joko Pinurbo.

Oppie Andaresta (Foto: Munady)

Penyanyi berusia 45 tahun tersebut membuka penampilannya dengan melantunkan lagu berjudul 'Kepada Uang'. Ia terlihat santai dengan mengenakan busana bernuansa merah putih. Para penonton yang hadir menyambut antusias pembukaan yang dilakukan oleh Oppie.

Usai membawakan lagu tersebut, pelantun lagu 'Cuma Khayalan' ini sempat bercerita tentang keputusannya menggubah puisi-puisi Joko Pinurbo menjadi sejumlah lagu. Beberapa tahun yang lalu, ia tampil dalam sebuah acara dan berpikir untuk menyuguhkan sesuatu yang beda kepada para penggemarnya.

"Tahun 2016, saya diundang untuk tampil Asian Literature Festival sebagai penutupnya. Saya mikir harus tampil beda. Akhirnya, saya putuskan membuat nyanyian puisi, musikalisasi puisi," kata Oppie di atas panggung.

Awalnya, penyanyi berdarah Minangkabau tersebut sempat bingung untuk memilih karya puisi yang hendak ia jadikan lagu. Sempat terpikir olehnya untuk membuat lagu dari karya penyair ternama Sapardi Djoko Damono.

"Puisi-puisinya Pak Sapardi sangat indah. Tapi sudah ada pasangan penyanyi Ari Reda yang menjadikan puisi beliau sebagai lagu," katanya.

Oppie Andaresta (Foto: Munady)

Oppie kemudian melanjutkan penampilannya dengan melantunkan lagu berjudul 'Bulu Matamu Padang Ilalang', dan 'Hati Jogja' yang memiliki lirik lagu yang pendek. Sebelum mulai menyanyikan lagu itu, ia memanggil Indah Ariani untuk membacakan puisi di atas panggung. Wanita berambut pendek itu membacakan puisi berjudul 'Ibu yang Tabah'.

Setelah Indah selesai membacakan puisi tersebut, alunan musik yang berasal dari gitar dan akordeon mulai terdengar memenuhi sudut-sudut ruangan Galeri Indonesia Kaya. Oppie pun membawakan lagu 'Hati Jogja' yang di-medley dengan lagu tradisional Jawa, 'Cublak Cublak Suweng'.

Penampilan Oppie dilanjutkan dengan lantunan lagu 'Pacar Kecilku'. Setelah selesai menyanyikan lagu tersebut, ia memanggil Sha Ine Febriyanti untuk membacakan puisi 'Anak Seorang Perempuan', yang menceritakan tentang seorang ibu yang membesarkan anaknya tanpa kehadiran sosok suami di sampingnya. Ine yang mengenakan kostum serba hitam, berhasil mengoyak-ngoyak emosi para penonton saat membacakan puisi tersebut.

Ine Febrianti (Foto: Munady)

Oppie lalu melantunkan lagu 'Baju Bulan' dan 'Sungai' setelahnya. Kemudian, Joko Pinurbo pun hadir di atas panggung untuk mengucapkan sepatah dua patah kata yang dilanjutkan dengan pembacaan beberapa hasil karyanya.

Mungkin bagi sebagian orang, sastrawan memiliki sikap yang kaku dan serius. Namun, hal tersebut tak tergambar sama sekali dalam diri Joko Pinurbo. Ia adalah seseorang yang sederhana, dan memiliki selera humor yang cukup baik.

"Saya grogi setelah mendengarkan Oppie menyanyikan puisi saya. Saya baru sadar ternyata puisi saya lumayan juga," ucapnya yang disambut dengan tawa para penonton di auditorium.

"Kalau saya baca teks puisi saya, saya ngerasa puisi saya datar, dingin, sebagian mbeling (nakal). Tapi ketika digubah jadi lagu, saya merasa jadi lebih indah. Saya kira Oppie telah melakukan pendekatan luar biasa terhadap puisi lewat nusik," lanjutnya.

Joko Pinurbo (Foto: Munady)

Joko Pinurbo membacakan puisinya yang berjudul 'Kamus Kecil' dan 'Malam Pertama'. Saat membaca dua puisi itu, terlihat jelas bagaimana kepiawaian Joko dalam bermain kata-kata, sehingga menghasilkan puisi yang unik. Ia juga membacakan dua puisi barunya yang berjudul 'Doa Orang Sibuk yang 24 Jam Sehari Berkantor di Ponselnya' dan 'Mawar'.

Pertunjukan 'Nyanyian Puisi Joko Pinurbo' ditutup dengan lantunan lagu berjudul 'Malam Ini Aku Akan Tidur di Matamu'. Suara merdu Oppie dan alunan musik ceria membuat para penonton bersemangat mendengarkan lagu itu. Sepanjang lagu, Oppie pun mengajak para penonton untuk bertepuk tangan dan menghentakkan kaki bersama-sama.

Lewat acara ini, Oppie Andaresta berhasil menunjukkan kalau dirinya mampu keluar dari zona nyaman sebagai penyanyi pop rock. Ia juga berhasil membuat karya sastra 'naik kelas' lewat musik puisi yang dibawakannya dan bisa dinikmati semua orang dengan cara yang menyenangkan.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.53