Kumparan Logo

Bayi Lebih Baik Dibedong atau Tidak?

kumparanMOMverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
sebaiknya bayi tidak dibedong terlalu ketat Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
sebaiknya bayi tidak dibedong terlalu ketat Foto: Shutterstock

Sampai sekarang, membedong bayi tampaknya masih jadi topik yang diperdebatkan. Ada yang mengatakan membedong itu baik bagi bayi karena bisa menghangatkan seperti dalam rahim. Sebaliknya, ada yang mengatakan bayi tidak perlu dibedong karena dapat menyebabkan kelainan tulang.

Jadi mana yang lebih baik, dibedong atau tidak?

Membedong bayi baru lahir demi menghangatkannya sebenarnya boleh saja, Moms. Namun ingat, Anda tak boleh membedongnya terlalu kencang sehingga tak ada ruang bagi kakinya untuk bergerak. Ya, hal ini justru malah berbahaya bagi si kecil.

Pasalnya banyak orang tua yang membedong bayinya dengan kencang agar kakinya lurus. Alasan inilah yang harus dihindari. Mengutip laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), semua bayi lahir dengan lutut bengkok sampai berusia 3 tahun karena bawaan dari posisi di rahim

para ahli justru menyarankan membedong bayi longgar Foto: Shutterstock

Membedong bayi tidak bisa membuat kakinya lurus. Terlalu kencang membedong si kecil justru bisa menyebabkan dislokasi panggul yang berpotensi membuat anak berjalan pincang di kemudian hari.

Bayi memiliki tulang yang masih rawan. Ketika dibedong terlalu kencang, hal itu bisa membuat sendinya bergeser keluar dari tulang pelvis. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan di kedua kaki anak tidak simetris.

“Kalau melihat bayi punya lipatan tidak sama pada paha kanan dan kiri, bisa jadi itu dislokasi panggul. Treatment bisa berupa kaki dilebarkan atau kalau terlambat kaki terpaksa dipasang pan,” jelas dr Faisal Miraj, SP. OT dokter spesialis ortopedi anak RS Pondok Indah Bintaro Jaya, saat ditemui kumparanMOM beberapa waktu lalu.

Nah Moms, ternyata efek samping membedong terlalu kencang cukup fatal ya! Oleh karena itu, jika Anda ingin membedongnya, pastikan kaki si kecil dapat bergerak bebas saat dibedong.

Hal ini berlaku pula saat menggendong bayi. Beberapa metode menggendong membuat ibu secara tidak sadar telah merapatkan kedua kaki bayi. Sama halnya dengan membedong, merapatkan kaki bayi saat menggendongnya sebaiknya dihindari. Biasanya ibu yang menggendong dengan selendang panjang cenderung melakukan ini.

Bayi normalnya mengangkang seperti posisi dalam janin. Jadi kalau menggendong jangan dirapatkan kakinya,” tambah dr Faisal.