Cara Mengobati Anak Pilek

Hidung yang berair merupakan salah satu ciri dari anak pilek. Bukan cuma itu, kadang juga terdapat gejala lain yang menyertai, di antaranya bersin-bersin, hidung tersumbat, demam, terlihat lemas dan batuk.
Kasihan melihat si kecil tampak tak berdaya, tapi ingat jangan sampai membuat Anda memberi sembarang obat ya, Moms. Sebab pengobatan yang diberikan mesti dilakukan sesuai penyebab dari pilek itu sendiri
Misalnya, mengutip laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bila yang menyebabkan anak pilek itu adalah alergi, maka langkah yang harus dilakukan adalah penghindaran terhadap pemicu alergi itu sendiri serta obat-obatan untuk mengatasi kekambuhan, atas resep dokter.
Di Indonesia atau negara tropis, umumnya alergen atau pemicu alergi adalah tungau debu rumah, bulu binatang, kecoa.
Kasus di atas adalah contoh pada pilek yang cukup berat. Namun pada umumnya, pilek dapat sembuh dengan sendirinya, Moms, sebab bersifat swasirna yakni akan membaik secara alamiah.
Meski begitu, mengatasi anak pilek juga bisa orang tua bantu dengan membiarkan anak mendapat istirahat cukup dan banyak minum air putih. Kapan mengetahui anak pilek dan mesti dibawa ke dokter?
Jawabnya bila anak pilek sudah berlangsung lama, kira-kira 10 hari atau lendirnya kehijauan maupun berdarah lewat dari salah satu lubang hidung berbau tak sedap. Sebab hal ini dapat menandakan gejala penyakit yang serius.
------------------------------------
Masih ada artikel-artikel seputar anak pilek yang kumparanMOM siapkan untuk Anda. Agar betul-betul paham, yuk baca habis semuanya!
Anak Pilek atau Flu? Begini Cara Membedakannya
Amankah Tindakan Cuci Hidung saat Anak Pilek?
Anak Pilek Hanya di Pagi Hari, Apa Penyebabnya?
Anak Pilek, Boleh Tetap Bersekolah atau Istirahat di Rumah?
