Pencarian populer

Mengenalkan Siaga Bencana pada Anak Lewat Mainan Ular Tangga

Alat main Predikt. Foto: Fina Prichilia/kumparan

Pendidikan siaga bencana seharusnya didapat oleh setiap orang, tak terkecuali anak-anak. Perlu kita ingat Moms, Indonesia dilewati cincin gunung berapi dan tiga lempeng tektonik sehingga menjadi wilayah rawan bencana. Golongan rentan seperti anak-anak pun harus tahu apa yang harus dilakukan saat bencana datang.

Ada cara menarik untuk menyampaikan materi siaga bencana pada anak-anak. Digagas oleh Sekretaris Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) Avianto Amri, perusahaan PREDIKT (Preparedness for Disaster toolKIT) mengembangkan toolkit kesiapsiagaan bencana untuk anak-anak.

Toolkit itu lebih banyak berisi mainan daripada materi yang tampak serius. Isinya berupa poster interaktif, stiker, lembar permainan, senter, peluit darurat, dan yang paling menarik board game ular tangga.

Alat main Predikt. Foto: Fina Prichilia/kumparan

Ya Moms, mainan seperti ular tangga ternyata bisa menjadi media untuk menanamkan kesiapsiagaan bencana pada anak.

Game ini kami buat agar bisa dipakai anak berinteraksi dengan orang tuanya, walaupun komponennya bisa dipakai oleh sekolah juga. Kenapa lewat mainan? Karena belajar itu bisa lewat cara yang seru dan menyenangkan. Belajar kebencanaan enggak harus lewat khotbah, pidato atau seminar. Kami ingin rombak itu,” jelas Avianto, saat ditemui kumparanMOM pada Selasa (19/3) di Perpustakaan Nasional, Jakarta.

Pendiri PREDIKT, Avianto Amri (kanan) dan Meliza Rafdiana. Foto: Shika Arimasen Michi/kumparan

kumparanMOM berkesempatan mencoba mainan ular tangga buatan PREDIKT. Tak hanya didesain penuh warna dan ilustrasi yang atraktif, board game itu juga disertai kartu-kartu yang berisi pertanyaan tentang mitigasi bencana. Setelah pemain melempar dadu dan menggeser bidaknya, ia harus menjawab pertanyaan dari pemain lawan untuk mendapatkan poin. Seru deh, Moms!

Inovasi kesiapsiagaan bencana ini juga merupakan pengembangan hasil penelitian Avianto yang tengah menyelesaikan pendidikan S3 di Macquarie University, Australia. Bersama founder lain, Tasril Mulyadi dan Meliza Rafdiana, Avianto kemudian merilis toolkit PREDIKT pada 4 April 2018.

Ular tangga buatan PREDIKT. Foto: Shika Arimasen Michi/kumparan

Mainan buatan PREDIKT ternyata tak hanya menarik untuk anak-anak di area prabencana. Di daerah pascabencana pun, toolkit itu juga bisa dipakai untuk membantu penyembuhan psikososial anak.

“Banyak peminat justru dari daerah-daerah pascabencana seperti Palu dan Lombok. Mereka justru pengen pakai PREDIKT jadi alat menyembuhkan psikososial dan mengisi waktu. Mereka jadi belajar untuk menghilangkan ketakutan tapi dengan konten kebencanaan juga,” jelas Meliza, saat ditemui dalam kesempatan yang sama.

Toolkit siaga bencana PREDIKT direkomendasikan untuk anak-anak yang sudah dapat membaca, mulai usia 6-7 tahun dan bisa dibeli online dengan harga Rp 265 ribu.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60