Kisah Tragis TKW Adelina yang Disiksa dan Dipaksa Tidur Bersama Anjing

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Adelina tidur di teras bersama anjing (Foto: Steven Sim/Por Cheng Han)
zoom-in-whitePerbesar
Adelina tidur di teras bersama anjing (Foto: Steven Sim/Por Cheng Han)

Kisah tenaga kerja wanita (TKW) Adelina di Malaysia yang disiksa dan dipaksa tidur bersama anjing Rottweiler, menjadi sorotan publik belakangan ini. Rentetan kekejaman majikannya itu merenggut nyawa Adelina.

Adelina Lisao atau Adelina Sau adalah seorang perempuan asal Kupang Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia berusia 21 tahun dan hanya tamatan sekolah dasar (SD). Adelina merupakan anak kedua dari empat bersaudara.

Ia telah bekerja sebagai TKI ilegal di Malaysia sejak 2014. Namun menurut keterangan ibu kandungnya, Yohana Banunaek, Adelina yang baru berusia 17 tahun diculik orang tak dikenal pada Agustus 2015 untuk dipekerjakan di Malaysia.

embed from external kumparan

Ketika bekerja di rumah majikannya di kawasan Bukit Mertajam, Adelina mengalami serangkaian penyiksaan dan kekerasan dari majikannya. Ia sering dimarahi hingga larut malam, disiksa selama lebih dari sebulan, tidak diberi gizi yang cukup, serta dipaksa tidur meringkuk di tikar bambu.

Hingga pada Sabtu (10/2), seorang jurnalis melaporkan kondisi Adelina kepada anggota dewan Bukit Mertajam, Steven Sim Chee Keong. Salah satu asisten Steven Sim, Por Cheng Han, melihat Adelina terduduk lemas dengan tubuh penuh luka.

Por Cheng Han, warga yang selamatkan Adelina (Foto: Dok.Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Por Cheng Han, warga yang selamatkan Adelina (Foto: Dok.Istimewa)

Adelina tampak sangat lemas, bahkan untuk berbicara sekalipun. Sehari setelah dirawat di rumah sakit Penang, yakni pada Minggu (11/2), Adelina mengembuskan napas terakhirnya tanpa memberikan kesaksian atas kekejian yang menimpanya.

Sumber kumparan (kumparan.com) di Penang, Malaysia, menyebut Adelina mengatakan satu kata ketika ditanya polisi, yakni "balik". Diduga itu adalah salah satu kata terakhir yang diucapkan Adelina. Balik bisa berarti pulang. Adelina rindu rumahnya.

Adelina tidur di teras bersama anjing (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Adelina tidur di teras bersama anjing (Foto: Dok. Istimewa)
Adelina tidur di teras bersama anjing (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Adelina tidur di teras bersama anjing (Foto: Dok. Istimewa)
Adelina tidur di teras bersama anjing (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Adelina tidur di teras bersama anjing (Foto: Dok. Istimewa)

Berdasarkan laporan pakar forensik RS Sebrang Jaya Malaysian, kematian Adelina disebabkan oleh anemia dengan hemoglobin 3,6 (normal 12-15) dan malnutrisi 43 kg BMI 16 (normal 18). Tak cuma itu, di tubuh Adelina terdapat bekas luka akibat air keras dan gigitan anjing yang tak diobati.

Terkait kasus penyiksaan ini, polisi telah menahan seorang nenek berusia 60 tahun, dan kedua anaknya, perempuan 36 tahun serta laki-laki 39 tahun. Ketiga orang tersebut dapat dikenai hukuman mati.

Menurut para tetangga, majikan Adelina itu memang dikenal galak dan tidak pernah ada pekerja yang betah di rumahnya. Bahkan, Adelina adalah pekerja yang paling lama di rumah itu.

Ilustrasi penyiksaan. (Foto: Ondrooo/Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyiksaan. (Foto: Ondrooo/Thinkstock)

Kasus Adelina menambah daftar eksploitasi pekerja migran di Malaysia. Sebelumnya pada Februari lalu, seorang TKW Indonesia, Jubaedah, 38, dibunuh oleh majikannya. Tidak hanya pekerja Indonesia. Pada 2015, pemerintah Nepal mengeluarkan laporan adanya 461 warga mereka yang tewas di Malaysia.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I, Meutya Hafid meminta pemerintah Indonesia meninjau kembali upaya perlindungan WNI di Malaysia. Menurutnya, kemlu saat ini perlu duduk bersama Pemerintah Malaysia untuk membicarakan upaya maksimal dalam melindungi WNI. Selain itu, Meutya minta agar persidangan kasus pembunuhan Adelina dikawal sampai keluarnya putusan dan ia mengharapkan pelaku dihukum setimpal dengan perbuatan.