Pencarian populer

Sugar Daddy, Dunia Hitam yang Tak Lekang Waktu

Konten Eksklusif Sugar Daddy Foto: Basith Subastian

Beberapa waktu lalu, seorang pengguna Twitter membuat ramai dunia maya lewat pengakuannya saat menjalin hubungan spesial dengan seorang pria yang lebih tua. Dia menyebut si pria sebagai seorang sugar daddy.

Sugar daddy merupakan istilah slang merujuk pada pria dewasa yang menghabiskan banyak uang untuk pacarnya yang berusia jauh lebih muda.

Tidak diketahui pasti sejak kapan istilah ini muncul. Namun dalam suatu kolom di Reporterherald, istilah sugar daddy disebut berasal dari kisah pernikahan seorang pengusaha gula yang kaya raya asal Amerika Serikat bernama Adolph Spreckels. Adolph menikah dengan seorang perempuan yang berusia 24 tahun lebih muda, Alma, pada tahun 1908.

Di Indonesia, fenomena sugar daddy bukanlah hal baru. Menurut psikolog Elizabeth Santosa sugar daddy sudah ada sejak lama namun dengan istilah yang berbeda.

“Itu sih bukan hal baru ya. Cuma berbeda istilah saja, karena (sugar daddy) itu kan istilah dari luar (negeri). Korbannya itu bisa remaja, buat jajan, buat shopping, buat senang-senang, bisa buat sekolah,” ujar Elizabeth saat berbincang dengan kumparan.

Elizabeth mengatakan, selain uang, banyak faktor yang menyebabkan seorang perempuan bisa terjerat hubungan dengan sugar daddy. Bukan rahasia lagi memang, bila penanda hubungan semacam ini adalah banyak pemberian uang ataupun hadiah dari daddy kepada baby-nya.

“Kalau baby-nya kebanyakan memang karena uang ya, tapi bisa juga karena tren, senang-senang,” papar Elizabeth.

Selain itu, ia menekankan bahwa terdapat peran orang tua dalam terjalinnya suatu hubungan antara sugar daddy dan sugar baby. Kurangnya perhatian orang tua, disebutnya menjadi faktor pemicu seorang anak rela menjadi sugar baby terlebih jika masih berusia remaja.

“Jangan semata salahkan sugar baby-nya. Di mana peran orang tua untuk si anak. Kurangnya perhatian orang tua sewaktu puber, kekosongan sosok ayah, atau rasa ingin disayang itu bisa jadi pemicu,” jelasnya.

Pola gaya hidup, menurut Elizabeth menjadi poin penting dalam lingkaran hubungan daddy dan baby. Ia membandingkan, dahulu keterbatasan ekonomi jadi alasan perempuan untuk menjadi seorang baby, namun belakangan, hal itu juga dilakukan oleh mereka yang dari kalangan berada.

“Kalau sekarang, lebih kepada pemenuhan gaya hidup hedonis. Karena banyak dari mereka yang sebenarnya orang tuanya mampu, cukup untuk sekolah dan makan. Ini untuk memenuhi gaya hidup hedonis dan hura-hura saja,” tuturnya.

Gelimang Uang Sugar Daddy. (Foto: Putri Sarah Arifira/kumparan)

Apa yang diucapkan Elizabeth senada dengan pengalaman seorang perempuan muda asal Jakarta, sebut saja namanya Ralina. Kepada kumparan, Ralina yang masih berstatus mahasiswi itu mengaku bahwa konflik dalam keluarganya membuat dirinya rela memutuskan menjadi seorang sugar baby.

“Mereka (orang tua) enggak bisa ngasih apa yang aku butuh. Kayak perhatian itu gampang enggak perlu pakai uang, enggak perlu minjam ke bank, itu saja susah banget dikasih. Waktu saja enggak berharga banget buat anak yang mereka buat dulu, mereka sayang sebenarnya sama aku tapi kurang perhatian saja susah, apa-apa uang," ujar perempuan berusia 20 tahun itu saat berbincang dengan kumparan, Jumat (30/8).

Apa yang dialami Ralina hanyalah segelintir kisah yang mungkin juga dialami oleh perempuan-perempuan seusianya. Sudah sewajarnya orang tua sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas perkembangan perilaku anak mengubah pola asuh mereka.

Jangan lewatkan kisah Sugar Daddy melalui tautan di bawah ini.

Gelimang Uang Sugar Daddy

Pengakuan Sugar Daddy: Takut Ketahuan Istri, tapi Enak Ya Lanjut Aja

Sugar Baby: Terima Rp 15 Juta di Kencan Pertama

Ironi Sugar Baby: Uang Melimpah dan Risiko Tertular Penyakit Kelamin

Konferensi Khusus para Sugar Baby

Nestapa Anak Sugar Daddy

Video: Dunia Sugar Daddy

Taubatnya Seorang Sugar Baby

Psikolog: Fenomena Sugar Daddy adalah Bentuk Prostitusi

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: