Konten dari Pengguna

Laetiporus Sulphureus, Jamur Legit Rasa Daging Ayam

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kredit Foto: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Kredit Foto: Wikimedia Commons

Jika kamu termasuk golongan manusia yang kerap khawatir saat hendak melahap jamur, Laetiporus sulphureus bisa menjadi pilihan terbijak untuk mengatasinya. Soal rasa, jamur ini tak akan mengecewakan. Tentu saja, ini juga tidak beracun. L. sulphureus termasuk salah satu foolproof four alias "empat jamur liar yang bisa dikonsumsi" dengan rasa yang lezat.

Saat mencari sendiri ke dalam hutan, penampilan L. sulphureus yang berwarna oranye terang akan membuat kamu lebih mudah untuk mengidentifikasinya. Selain itu, bentuknya pun unik, dengan tingkatan beludru berlapis dan biasanya menempel pada batang pohon.

Satu hal paling mengagumkan dari L. sulphureus adalah perihal rasanya yang diklaim selezat daging ayam. Jamur ini dijuluki "ayam hutan" dan sudah cukup lama menjadi kudapan favorit di kalangan vegetarian. Karena tidak dapat dikonsumsi secara mentah, para koki pun menemukan banyak cara kreatif untuk memasukkan potongan-potongan jamur ini ke dalam hidangan. Mereka mengolah irisannya untuk membuat omelet dan tumis, mengaduknya menjadi krim saus pasta atau roti, dan menggorengnya menjadi nugget.

kumparan post embed

Akan tetapi, bersikaplah teliti ketika hendak memetiknya langsung ke alam liar, pastikan agar tidak salah pilih. Walaupun penampilan L. sulphureus sangat cocok untuk pemetik amatiran karena mudah diidentifikasi, para ahli mikologi (ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang jamur) telah mengimbau bahwa spesies ini sebenarnya terdiri dari beberapa varietas jamur yang berbeda tetapi serupa. Setidaknya di Amerika Utara, saudara kandung dari L. sulphureus yaitu Laetiporus gilbertsonii, Laetiporus conifericola, dan Laetiporus huroniensis, telah menipu mereka yang berburu "ayam hutan". Memang, varietas lain dari jamur ini tidak beracun fatal, namun mengakibatkan masalah pencernaan.

Kredit Foto: Wikimedia Commons

Lantas, bagaimana agar kamu tahu dan tepat memetik si jamur rasa daging ayam itu? Cukup sederhana, kok, L. sulphureus tumbuh di batang kayu keras yang sudah matang/tua atau telah mati. Jadi, supaya lebih aman, pastikan mencarinya pada pohon-pohon berbatang keras yang telah tumbang. Selain itu, lebih baik hindari memetik jamur serupa yang tumbuh dari tumbuhan runjung/konifer atau pohon kayu putih.

Agar rasanya terjamin mantap, carilah L. sulphureus dengan warna-warna paling cerah dan mencolok, yang menandakannya masih muda. Jamur yang telah tua akan berwarna kuning atau putih kusam. Teksturnya pun harus tegas namun lembut. Jika hancur ketika disentuh berarti sudah terlalu tua untuk dimakan.

kumparan post embed
kumparan post embed