Konten dari Pengguna

Pesona Langka Bukit Kochia, Hanya Merona Setahun Sekali

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto oleh nipomen2 dari Flickr
zoom-in-whitePerbesar
Foto oleh nipomen2 dari Flickr

Kochia, yang bernama ilmiah bassia scoparia, mulanya berasal dari Eurasia dan kemudian menyebar ke banyak benua hingga ke Amerika Utara. Tumbuhan ini hidup dalam ekosistem yang beragam, seperti di ladang, padang rumput, dan padang pasir. Julukannya pun bermacam-macam, ada yang menyebutnya semak terbakar, cemara musim panas, semak api meksiko, dan lainnya.

Meski di banyak tempat Kochia lebih sering dianggap sebagai tumbuhan liar, bukan berarti tidak punya kecantikan. Memang ... kecantikannya tidak terlihat di sepanjang tahun, tetapi pada akhir musim hujan kochia akan menampilkan keajaibannya dengan warna merah cemerlang yang luar biasa.

Karena keindahan yang langka terjadi itulah kochia diberikan tempat khusus di Hitachi Seaside Park, Kota Hitachinaka, Jepang. Saat waktunya tiba, hamparan perbukitan yang luas ini akan dipenuhi oleh semak-semak merah menyala yang bergoyang-goyang karena angin sepoi.

kumparan post embed

Dan sebetulnya kochia bukanlah tumbuhan liar sembarangan. Selain bagus untuk menghias taman, kochia juga bisa dikumpulkan untuk sapu. Menanam kochia pun akan lebih mengagumkan jika dilakukan secara meluas dan berkelompok (bukan satu per satu di kebun kecil), karena kekompakan monokromatiknya akan sangat memanjakan mata.

Foto oleh Yosuke Yamada dari Flickr

Jika Anda berniat melihat Bukit Kochia di Kota Hitachinaka, pastikan untuk datang pada waktu yang tepat agar dapat menikmati pesona langkanya. Musim hujan di Jepang berlangsung dari awal Juni hingga pertengahan Juli, jadi sebaiknya jangan berkunjung selama waktu itu.

Sumber:

  • Hitachi Seaside Park – A Hidden Gem You Need to Visit in Ibaraki Prefecture! | Sugoii-Japan

  • Kochia Hill | Atlas Obscura

kumparan post embed
kumparan post embed