Konten Media Partner

1 Pasien Positif COVID-19 yang Tersisa di Aceh Dirujuk ke RSUZM

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas medis yang menangani pasien COVID-19 di Aceh. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Petugas medis yang menangani pasien COVID-19 di Aceh. Foto: Suparta/acehkini

Dari total 20 kasus positif terjangkit virus corona di Aceh, tinggal Muk (51 tahun) satu-satunya pasien positif COVID-19 yang belum dinyatakan sembuh. Kini pasien asal Kabupaten Aceh Tamiang itu telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Zubir Mahmud (RSUZM) Aceh Timur untuk perawatan lebih intensif.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani alias SAG. "Pasien Muk dirujuk ke RSUZM Aceh Timur pada hari Minggu kemarin sekira pukul 09.30 WIB, untuk percepatan penyembuhannya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (8/6) sore.

Ia menyebut, berdasarkan informasi dari Juru Bicara Pemkab Aceh Tamiang Agusliayana Devita, selama ini Muk diisolasi di rumah, dan kini dirujuk ke RSUZM agar penanganannya lebih intensif.

Jubir Pemerintah Aceh untuk COVID-19, Saifullah Abdulgani alias SAG. Foto: Suparta/acehkini

"Alasan Muk dirujuk ke RSUZM untuk lebih mudah perawatan dan percepatan penyembuhannya," ujar SAG, sebagaimana informasi yang diterimanya dari Aceh Tamiang.

SAG menjelaskan, sejak awal Muk tidak sakit berat dan yang perlu bantuan peralatan medis di rumah sakit. Karena itu ia dirawat di rumahnya sesuai Pedoman Penanganan Cepat Medis dan Kesehatan Masyarakat COVID-19 di Indonesia.

"Pada saat dirujuk ke RSUZM pun kondisi umumnya sangat baik," sebutnya.

kumparan post embed

Sebelumnya Muk memiliki riwayat perjalanan ke Medan, Sumatera Utara. Ia mengetahui positif COVID-19 usai berobat di IGD RSUD Aceh Tamiang. Saat itu Muk memiliki gejala demam tinggi dan gejala batuk-batuk, pada 18 Mei 2020. Karena ada riwayat ke daerah penularan virus corona, ia pun dilakukan rapid test.

"Hasil rapid test yang dilakukan RSUD Aceh Tamiang itu menunjukkan reaktif. Karena itu dilanjutkan dengan pengambilan swab cairan tenggorokan dan hidungnya, dan dikirim ke Laboratorium RT-PCR Balai Litbangkes Aceh," kata SAG.

Pada 21 Mei 2020, sambung SAG, Muk terkonfirmasi positif COVID-19, sesuai laporan Kepala Balai Litbangkes Aceh kepada Kepala Penanggulangan Kesehatan Gugus Tugas COVID-19 Aceh. Ia pun menjadi pasien positif terinfeksi virus corona ke-19 di Aceh dari total 20 kasus hingga saat ini.

kumparan post embed

"Muk sudah 18 hari berobat, namun hasil uji swab terakhir masih saja positif. Semoga perawatannya yang intensif di RSUZM bisa segera sehat," ujar SAG.

Dari total 20 kasus positif COVID-19 di Aceh hingga Senin (8/6) pukul 15.00 WIB, hanya tersisa Muk yang masih dirawat. Sementara 18 orang lainnya sudah sembuh, dan 1 meninggal dunia pada akhir Maret lalu.