Konten Media Partner

Foto: Kala Eks Kombatan GAM Se-Aceh Kembali Berkumpul

ACEHKINIverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Membalut diri dengan bendera bintang bulan di acara silaturrahmi eks kombatan GAM di Makan Hasan Tiro, Senin (23/12). Foto: Abdul Hadi/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Membalut diri dengan bendera bintang bulan di acara silaturrahmi eks kombatan GAM di Makan Hasan Tiro, Senin (23/12). Foto: Abdul Hadi/acehkini

Ribuan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) se-Aceh menggelar silaturrahmi akbar yang dipusatkan di kompleks Makam Pahlawan Nasional Tgk Chik Di Tiro, Aceh Besar, Senin (23/12). Di pemakaman itu juga dikebumikan Deklarator GAM, Tgk Hasan Muhammad Di Tiro atau Hasan Tiro yang meninggal dunia pada 3 Juni 2010 di Banda Aceh.

Sejumlah mantan petinggi GAM turut hadir pada acara silaturrahmi. Di antaranya mantan Panglima GAM Muzakir Manaf, Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik Mahmud Al-Haytar, Tgk Zulkarnaini Bin Hamzah, mantan Bupati Pidie Sarjani Abdullah, dan juga hadir dari unsur ulama.

Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al-Haytar saat menyampaikan sambutan. Foto: Abdul Hadi/acehkini

Pengibaran bendera bintang bulan ikut mewarnai silarurahmi mantan kombatan GAM dan Komite Peralihan Aceh (KPA). Sarjani tampil membacakan pernyataan sikap bersama tentang pelaksanaan butir-butir Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki 15 Agustus 2005 yang akan disampaikan kepada Pemerintah Pusat.

Muzakir Manaf dalam sambutannya mengajak seluruh eks kombatan GAM untuk menyatukan barisan demi merawat perdamaian di Aceh.

"Kami tetap komit menjaga perdamaian, tetapi kami juga meminta kepada pemerintah pusat untuk juga komit merealisasikan seluruh butir-butir MoU Helsinki," sebutnya.

Muzakir Manaf saat tampil memberikan sambutan pada silaturrahmi eks kombatan GAM se-Aceh. Foto: Abdul Hadi/acehkini

Juru Bicara KPA, Azhari Cage, mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan momen silaturrahmi untuk mempersatukan kembali hati eks kombatan GAM di Aceh.

"Karena selama ini banyak pihak yang mengatasnamakan GAM baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri, kita mengharapkan kepada rekan seperjuangan agar tidak berpengaruh dengan isu-isu yang dikembangkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," ujar Azhari.

Silaturrahmi eks kombatan GAM se-Aceh turut dihadiri unsur ulama. Foto: Abdul Hadi/acehkini

Lebih lanjut, Azhari menambahkan pihaknya meminta kepada semua pihak khususnya pemerintah pusat untuk merealisasikan seluruh poin MoU Helsinki. Surat pernyataan sikap yang dibacakan di depan para eks kombatan itu akan disampaikan kepada Presiden. Juga ditujukan ke Uni Eropa dan Marti Artisari serta anggota DPD dan DPR RI asal Aceh dan Pemerintah Aceh.

"Sudah 14 tahun perdamaian di Aceh, tujuan kita adalah seluruh butir-butir MoU benar-benar direalisasikan yang telah menjadi kesepakatan bersama di Helsinki," ujar Azhari.

Berikut foto-foto yang diabadikan pada silaturrahmi eks kombatan GAM se-Aceh di Makam Hasan Tiro.[] Abdul Hadi

Sarjani Abdullah membacakan pernyataan sikap eks kombatan GAM yang akan ditujukan kepada Pemerintah Pusat. Foto: Abdul Hadi/acehkini
Ribuan mantan anggota GAM hadir pada acara silaturrahmi di Makan Hasan Tiro, Senin (23/12). Foto: Abdul Hadi/acehkini
Tgk Zulkarnaini Bin Hamzah saat menyampaikan laporan panitia pada silaturrahmi eks GAM se-Aceh. Foto: Abdul Hadi/acehkini
Membentangkan bendera bintang bulan. Foto: Abdul Hadi/acehkini
Silaturrahmi eks kombatan GAM di Makam Hasan Tiro, Senin (23/12). Foto: Abdul Hadi/acehkini
Eks kombatan GAM mengusung bendera bintang bulan pada silaturrahmi di Makam Hasan Tiro. Foto: Abdul Hadi/acehkini
Suasana pada silaturrahmi eks kombatan GAM di Makam Hasan Tiro. Foto: Abdul Hadi/acehkini
Suasana pada silaturrahmi eks kombatan GAM di Makam Hasan Tiro, Senin (23/12). Foto: Abdul Hadi/acehkini
Suasana silaturrahmi eks kombatan GAM di Makam Hasan Tiro. Foto: Abdul Hadi/acehkini
Silaturrahmi eks kombatan GAM se-Aceh di Makam Hasan Tiro, Senin (23/12). Foto: Abdul Hadi/acehkini