Tenaga Medis COVID-19 hingga Cleaning Service di Aceh Tempati Fasilitas Khusus

Sejumlah petugas cleaning service hingga tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 di Aceh mulai menempati fasilitas khusus sebagai tempat istirahat dan isolasi diri yang disediakan oleh Pemerintah Aceh. Mereka menempati tiga gedung asrama di lingkungan Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan tiga gedung di Kantor BPSDM Aceh tersebut disediakan oleh Pemerintah Aceh sebagai tempat untuk beristirahat dan menginap bagi para petugas selama menangani pasien COVID-19.
"Hari ini sebuah langkah kecil sudah kita laksanakan lagi. Sesuai dengan komitmen, protokol dan norma-norma yang harus kita kerjakan dalam menangani virus corona. Semoga persediaan tempat khusus ini bisa membuat tenaga medis kita merasa aman," ujar Nova dalam keterangannya usai meresmikan penggunaan gedung di Kantor BPSDM Aceh, Kamis (2/4).
Selain tenaga medis, kata Nova, tempat tersebut juga ditempati untuk pekerja cleaning service dan tenaga pengamanan yang bertugas di ruang penanganan pasien COVID-19 di RSUDZA Banda Aceh. Hal tersebut dilakukan agar mereka tidak langsung berbaur dengan keluarga setelah bekerja, guna mengantisipasi kekhawatiran penyebaran virus.
"Bukan berarti mereka terinfeksi, tetapi langkah preventif jauh lebih baik. Orang yang menempati ini tidak dalam status ODP, PDP, apalagi terinfeksi. Tapi mereka harus bekerja secara aman sesuai dengan protokol," sebut Nova.
Lebih lanjut, ia meminta kepada Kepala BPSDM Aceh agar dapat memberikan pelayanan maksimal untuk para pekerja garda terdepan yang menangani pasien COVID-19. Ia ingin segala kebutuhan mereka selama beristirahat tercukupi.
"Semua fasilitas di sini sama dengan di rumah, ada tv, ada wifi dan bila nantinya diperlukan penambahan fasilitas lainnya maka akan kita siapkan," ujar Nova.
Sementara itu, Kepala BPSDM Aceh, Syaridin, menyampaikan bahwa tiga gedung milik BPSDM tersebut mampu menampung sebanyak 160 orang tenaga medis.
"Untuk gedung asrama I ada 6 kamar dengan 10 tempat tidur, kemudian asrama II tersedia 26 kamar dengan 52 tempat tidur, selanjutnya asrama III ada 54 kamar dengan 108 tempat tidur," kata dia.
Syaridin menjelaskan, saat ini sudah ada 28 orang tenaga medis dan petugas cleaning service yang telah terdaftar untuk tinggal di tempat tersebut. Sebanyak 20 di antaranya bahkan sudah mulai menginap.
"Di antara 28 orang itu ada satu orang dokter, 24 orang perawat dan 3 orang cleaning service. Sampai hari ini kita akan memberi pelayanan maksimal kepada tim medis agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat pun bisa maksimal," sebutnya.
