Konten dari Pengguna

Antre BBM Berjam-jam di Bali: Stok Nasional “Aman”, Kenapa SPBU Tetap Kosong?

cahya caesa

cahya caesa

Mahasiswa Universitas Pamulang.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari cahya caesa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi AI : antrean kendaraan di SPBU Bali saat terjadi gangguan distribusi BBM, meski stok nasional dilaporkan dalam kondisi aman.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi AI : antrean kendaraan di SPBU Bali saat terjadi gangguan distribusi BBM, meski stok nasional dilaporkan dalam kondisi aman.

Antrean BBM di sejumlah SPBU Bali sempat mengular hingga berjam-jam. Pertamina menyebut stok aman dan terus menambah pasokan untuk mengatasi kekosongan.

Antrean BBM Bali menjadi perhatian setelah sejumlah SPBU mengalami kekosongan Pertalite dan Pertamax pada pertengahan Oktober 2026. Warga harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar, bahkan antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga beberapa kilometer. Menurut ANTARA News, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyebut antrean tersebut terjadi akibat kendala distribusi, bukan karena stok BBM nasional menipis. Ketahanan stok nasional saat itu disebut berada pada kisaran 18–20 hari. Lantas, mengapa SPBU di Bali sempat kosong meskipun stok nasional dinyatakan aman? Pasokan BBM Sempat Terlambat Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa kendala teknis pada kapal pengangkut BBM menghambat proses sandar dan bongkar muat. Kondisi cuaca juga menjadi tantangan dalam pengiriman BBM melalui jalur laut. Dalam laporan ANTARA News pada 13 Oktober 2026, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas antrean yang terjadi di sejumlah SPBU. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pertamina menambah pasokan secara bertahap melalui Terminal Sanggaran di Denpasar dan Terminal Manggis di Karangasem. Pada 16 Oktober, dua kapal kembali membawa total 20 juta liter Pertalite ke Bali. Pertamina menargetkan stok di kedua terminal mencapai 48 juta liter pada 17 Oktober, yang diperkirakan cukup untuk kebutuhan sekitar 14–15 hari. Informasi ini diberitakan oleh ANTARA News Bali. Stok Aman, tetapi SPBU Bisa Kosong Kondisi ini menunjukkan bahwa stok nasional dan ketersediaan BBM di SPBU merupakan dua hal berbeda. BBM bisa tersedia dalam jumlah cukup di tingkat nasional, tetapi masyarakat tetap kesulitan mendapatkannya apabila pengiriman ke terminal atau distribusi ke SPBU mengalami hambatan. Pertamina menyebut penyaluran BBM di Bali meningkat menjadi sekitar 3 juta liter per hari pada periode 13–15 Oktober. Jumlah tersebut melampaui kebutuhan normal Pertalite yang berkisar 2,2 juta liter per hari. Peningkatan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan yang sebelumnya belum terlayani akibat kekosongan stok di sejumlah SPBU. Data tersebut disampaikan dalam laporan ANTARA News Bali, 17 Oktober 2026. Artinya, pemulihan tidak hanya bergantung pada jumlah BBM yang tersedia, tetapi juga pada kecepatan distribusi ke lokasi yang membutuhkan. Antrean Mulai Melandai Untuk mempercepat pemulihan, Pertamina meningkatkan pengiriman BBM, mengoptimalkan layanan antar BBM, dan memperpanjang operasional 66 SPBU di Denpasar dan Badung menjadi 24 jam. Pemerintah Provinsi Bali bersama Pertamina juga menerapkan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM pada 17–19 Oktober 2026. Pembelian dibatasi maksimal 3 liter untuk sepeda motor dan 20 liter untuk mobil. Dalam laporan ANTARA News pada 17 Oktober 2026, Pertamina menyatakan antrean di sejumlah SPBU mulai berangsur melandai setelah kebijakan tersebut diterapkan. Meski kondisi mulai membaik, perkembangan ini tetap perlu dipantau setelah kebijakan pembatasan berakhir. Kejadian antrean BBM di Bali menjadi pengingat bahwa stok nasional yang aman perlu didukung distribusi yang lancar. Bagi masyarakat, ketersediaan BBM bukan sekadar angka persediaan, melainkan kepastian bahwa bahan bakar bisa diperoleh di SPBU saat dibutuhkan.