Kenapa Nama Jalan Sering Diambil dari Nama Tokoh? Ini Penjelasan Lengkapnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa nama jalan sering diambil dari nama tokoh menjadi pertanyaan menarik ketika melintasi berbagai wilayah dan menemukan nama tokoh seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Sudirman, hingga Diponegoro pada papan penunjuk jalan.
Nama-nama tersebut tidak hanya menjadi bagian dari penanda suatu lokasi, tetapi juga kerap membuat penasaran tentang sosok yang namanya digunakan.
Di balik sebuah nama jalan, terdapat latar belakang yang berkaitan dengan sejarah dan kehidupan masyarakat. Lantas, apa yang melatarbelakangi pemilihan nama tokoh untuk sebuah jalan?
Kenapa Nama Jalan Sering Diambil dari Nama Tokoh, Pahlawan Nasional Indonesia?
Berdasarkan informasi binamarga.pu.go.id, kenapa nama jalan sering diambil dari nama tokoh berkaitan dengan fungsi nama jalan sebagai bagian dari ruang publik. Suatu nama jalan dapat menjadi tanda yang membantu masyarakat mengenali lokasi sekaligus menyampaikan pesan tertentu.
Karena itu, pemilihan nama jalan dapat mempertimbangkan nilai sejarah, budaya, serta tokoh yang dianggap memiliki peran penting bagi suatu daerah atau bangsa.
Salah satu nama yang banyak digunakan adalah nama pahlawan nasional. Jasa tokoh dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dapat dikenang melalui berbagai bentuk penghargaan, termasuk penamaan fasilitas atau ruang publik.
Penggunaan nama tokoh pada jalan dapat menjadi bentuk apresiasi terhadap jasa dan kontribusinya. Nama tersebut juga dapat membantu memperkenalkan sosok bersejarah kepada masyarakat yang mungkin tidak mengetahui kisah perjuangannya secara mendalam.
Contohnya adalah Jalan Jenderal Sudirman. Nama tersebut merujuk pada Jenderal Besar Soedirman, tokoh perjuangan Indonesia yang dikenal sebagai Panglima Besar dan memiliki peran penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Nama Sudirman kemudian digunakan sebagai nama jalan utama di berbagai kota. Di Jakarta, Jalan Jenderal Sudirman membentang dari kawasan Dukuh Atas hingga Senayan. Kawasan tersebut juga dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan bisnis dan perkantoran.
Penggunaan nama tokoh pada jalan utama membuat ruang publik tersebut sekaligus memiliki keterkaitan dengan sejarah bangsa. Penamaan jalan tidak dilakukan tanpa pertimbangan. Aturan mengenai penamaan jalan dapat ditetapkan melalui regulasi di tingkat daerah sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Di DKI Jakarta, misalnya, terdapat pedoman mengenai penetapan nama jalan, tanah, dan bangunan yang diatur melalui Keputusan Gubernur Nomor 28 Tahun 1999. Penamaan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan identitas pada suatu wilayah sekaligus menyampaikan nilai tertentu kepada masyarakat.
Ketika nama pahlawan nasional digunakan pada jalan yang dilewati setiap hari, nama tersebut menjadi bagian dari ruang publik dan dapat mendorong rasa ingin tahu mengenai sosok yang diabadikan.
Jalan menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lain sehingga memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar jalur kendaraan.
Ketika nama tokoh digunakan pada jalan, fungsi tersebut bertambah dengan adanya unsur sejarah dan edukasi. Masyarakat dapat menemukan nama tokoh dalam aktivitas sehari-hari, sementara kisah di balik nama tersebut dapat menjadi pengingat mengenai perjalanan bangsa.
Kenapa nama jalan sering diambil dari nama tokoh? Salah satu alasannya adalah untuk mengenang jasa dan kontribusi tokoh sekaligus memperkenalkan nilai sejarah kepada masyarakat.
Penamaan jalan menjadi bentuk sederhana untuk menjaga ingatan kolektif, terutama terhadap tokoh yang memiliki peran dalam perjuangan dan perkembangan bangsa.
Dengan begitu, nama jalan tidak hanya membantu menunjukkan suatu lokasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari cara masyarakat mengenal dan menghargai sejarah. (Rahma)
Baca juga: Mengapa Cermin Kamar Mandi Berkabut? Ini Penyebabnya