Lane Hogger adalah Pengendara Seperti Apa? Ini Pengertian dan Contohnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lane Hogger adalah istilah yang digunakan dalam pembahasan tentang perilaku pengemudi saat melintas di jalan tol.
Istilah ini berkaitan dengan posisi kendaraan ketika berada di salah satu lajur dan cara pengemudi menggunakan lajur tersebut selama perjalanan.
Kondisi seperti ini dapat ditemui dalam situasi lalu lintas sehari-hari, terutama ketika beberapa kendaraan melaju dalam waktu yang bersamaan.
Lane Hogger adalah Istilah untuk Perilaku Pengemudi
Menurut penjelasan bpjt.pu.go.id, Lane Hogger adalah kegiatan mengemudi di jalan tol dengan mempertahankan posisi kendaraan secara statis atau tetap berada di lajur kanan tanpa menambah kecepatan.
Posisi tersebut menjadi masalah ketika lajur kanan digunakan tanpa tujuan untuk mendahului kendaraan lain. Lajur paling kanan di jalan tol diperuntukkan bagi kendaraan yang sedang melakukan manuver mendahului.
Setelah proses mendahului selesai, pengemudi seharusnya segera kembali ke lajur semula. Karena itu, kendaraan yang terus berada di lajur kanan tanpa melakukan upaya mendahului dapat menghambat kendaraan lain yang ingin menggunakan lajur tersebut.
Kondisi seperti ini juga dapat mengganggu arus lalu lintas. Pengemudi lain yang ingin mendahului dapat mengalami kesulitan ketika lajur kanan ditempati kendaraan yang melaju secara tetap dan tidak menambah kecepatan. Situasi tersebut bahkan dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.
Salah satu contoh Lane Hogger yaitu ketika kendaraan berpindah ke lajur paling kanan untuk mendahului kendaraan lain, tetapi tetap berada di lajur tersebut setelah proses mendahului selesai.
Kendaraan kemudian terus melaju dengan kecepatan yang sama tanpa kembali ke lajur sebelumnya. Padahal, lajur paling kanan digunakan untuk mendahului.
Setelah berhasil melewati kendaraan di depannya, pengemudi sebaiknya kembali ke lajur sebelumnya apabila kondisi lalu lintas memungkinkan.
Perilaku tersebut dapat membuat pengendara lain yang hendak mendahului harus menunggu atau mencari kesempatan untuk berpindah jalur. Jika tidak dilakukan dengan hati-hati, kondisi ini dapat mengganggu keamanan berkendara.
Ketika bertemu pengemudi yang melakukan Lane Hogger, pengendara dapat memberikan isyarat berupa lampu kedip atau klakson. Isyarat tersebut sebaiknya diberikan dengan tetap berkendara secara tenang dan memperhatikan kondisi sekitar.
Apabila kondisi belum berubah, pengendara dapat menghindari kendaraan tersebut dengan menggunakan jalur tengah apabila situasi memungkinkan. Cara tersebut dapat menjadi pilihan agar perjalanan tetap berlangsung dengan aman tanpa melakukan manuver secara berisiko.
Selain memperhatikan posisi kendaraan lain, pengendara di jalan tol juga perlu menjaga jarak aman dan mengikuti batas kecepatan sesuai aturan. Kondisi lalu lintas di sekitar juga perlu terus dipantau agar setiap perpindahan lajur dapat dilakukan dengan aman.
Lane Hogger adalah perilaku berkendara yang dapat menghambat fungsi lajur kanan dan mengganggu kelancaran lalu lintas. Penggunaan lajur kanan sebaiknya dilakukan untuk mendahului, kemudian kendaraan kembali ke lajur sebelumnya setelah manuver selesai. (DANI)
Baca juga: Kenapa Ban Kendaraan Memiliki Alur? Simak Fungsi Alur pada Permukaan Ban