Merawat Kesejahteraan Kota dari Akar Rumput: Refleksi Pembinaan PKK di Batusari
Tulisan dari Nazmatul uyun tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjaga Denyut Kesejahteraan Kota Tangerang dari Rumah Tangga Batusari
Kemajuan sebuah kota kerap kali disandarkan pada megahnya gedung-gedung pemerintahan, laju roda niaga, atau kilau tata ruang publik. Padahal, penopang sejati ketahanan sosial berada jauh di balik riuh jalan raya: ruang-ruang domestik keluarga. Di sanalah asupan gizi pertama anak disajikan, tata krama diajarkan, dan daya tahan menghadapi kerasnya hidup perkotaan ditempa.
Agenda Pembinaan 10 Program Pokok PKK Tingkat Kota Tangerang di Aula Kantor Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, menjadi bukti nyata keseriusan merawat fondasi tersebut. Pembukaan kegiatan yang dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Ibu Yayat Sugiarti Herman, S.E., mempertegas komitmen pemerintah kota dalam menempatkan kader PKK bukan sekadar pelengkap seremonial, melainkan mitra strategis pembangunan.
Dalam arahannya, Sekretaris Daerah mempertegas bahwa gerak pemberdayaan keluarga di Kota Tangerang bermuara pada empat pilar Kelompok Kerja (Pokja) yang menerjemahkan 10 Program Pokok PKK ke dalam agenda prioritas yang menyentuh realitas warga:
1. Pokja I (Karakter, Moral, dan Perlindungan): Menjadi benteng etika sosial melalui gerakan Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI). Kader hadir mendampingi para orang tua merawat ketahanan moral generasi muda di tengah serbuan arus informasi, menggalakkan pencegahan KDRT lewat sinergi bersama Puspaga dan UPTD PPA, serta merajut kembali rajutan gotong royong dan kepedulian terhadap kelompok lansia.
2. Pokja II (Pendidikan dan Kemandirian Finansial): Menggerakkan literasi keluarga serta penguatan layanan PAUD dan Bina Keluarga Balita (BKB). Pilar ini mengorkestrasi Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi (Gelari Pelangi), sekaligus membina Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K PKK) agar produk lokal dari Kampung Mandiri mampu naik kelas dan berdaya saing pasar.
3. Pokja III (Kedaulatan Pangan dan Tata Ruang Domestik): Menghidupkan program Aku Hatinya PKK (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman). Pendekatannya membumi lewat edukasi "Keluarga Mandiri Pangan Bisa Dari Rumah", mendorong pemanfaatan pekarangan sempit untuk asupan bergizi seimbang, diversifikasi pangan, serta optimalisasi bank sampah berbasis pemilahan dari sumbernya.
4. Pokja IV (Kesehatan Raga dan Ketangguhan Bencana): Mengawal Gerakan Keluarga Sehat Tanggap & Tangguh Bencana (Gagah Bencana/GSTTB). Pokja IV menjadi barisan terdepan dalam mitigasi risiko lingkungan keluarga, pemantauan nutrisi balita guna percepatan penurunan stunting, penguatan Posyandu, serta pembudayaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui pemanfaatan Taman Obat Keluarga (TOGA).
Dukungan penuh Pemerintah Kecamatan Batuceper bagi kelurahan Batusari memperlihatkan cara kerja birokrasi yang membumi. Intervensi sosial pemerintah kerap kali berjarak bila hanya dituangkan dalam lembar regulasi kaku. Namun, ketika program prioritas tersebut diterjemahkan oleh kader-kader yang mengetuk pintu rumah warga dengan empati, kebijakan publik hadir sebagai pendampingan yang hangat.
Menuju visi Kota Tangerang yang maju, sejahtera, dan berdaya saing, memuliakan peran keluarga adalah investasi kemanusiaan yang paling rasional. Dari ketekunan para kader PKK di Batusari mengawal program Pokja I hingga IV, ketahanan masa depan kota sedang ditenun helai demi helai dari balik pintu rumah warga.

