Potensi Wisata Kawasan Perbatasan Harus Dikembangkan

Pemerintah melalui Kementerian Pembangunan dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercantik kawasan perbatasan. Setelah sarana infrastruktur terus dibangun, masih ada tugas berat yang harus dihadapi, yakni membangun perekonomian di kawasan perbatasan.
Sebab, percuma jika jalan dibangun tapi ekonomi di kawasan perbatasan tak menggeliat. Berbagai potensi pun terus digali. Rencananya, pemerintah akan membangun pusat perdagangan atau pasar di kawasan perbatasan.
Tak hanya itu, potensi pariwisata dan kebudayaan di kawasan perbatasan juga bisa menjadi nilai lebih untuk dikembangkan. Dengan adanya daerah tujuan wisata, para wisawatan akan datang dan perekonomian masyarakat bisa berkembang.
"Kita bikin satu hal yang baru, ekonomi ini jadi bergerak kejelian kita melihat ini, kita bisa mulai dengan pariwisata karena sudah terbangun tinggal bagaimana kita mengoptimumkan dan akses-aksesnya," kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementeria PUPR, Arie Setiadi Moerwanto kepada kumparan (Kumparan.com) di kantornya, Kebayoran, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Menurut Arie, kawasan perbatasan Indonesia sangat bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata perbatasan (border tourism). Pemerintah, kata dia, juga membangun landmark di kawasan perbatasan untuk menarik minat wisatawan.
Arie mencontohkan kawasan Kalimantan yang memiliki sungai Kapuas. Menurut dia, bisa dibangun pelabuhan-pelabuhan kecil untuk membuka akses masyarakat sekitar.
"Bisa membuat wisata sungai Kapuas. Ini menarik karena banyak beragam penduduk adat di wilayah sungai itu," ujarnya.
Ari mengatakan akan menggandeng Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan kawasan perbatasan tersebut. Menurut dia, Kementerian pariwisata merespons cukup positif.
"Tinggal ditindaklanjuti," ujarnya.
Indonesia memiliki tiga wilayah perbatasan, yakni di Kalimantan yang berbatasan dengan Serawak Malaysia, wilayah perbatasan Papua-Papua Nugini, dan perbatasan Nusa Tenggaran Timur dengan Timor Leste.

Tak hanya membangun infrastruktur jalan, wilayah pos perbatasan pun kini semakin dipercantik. Untuk tahap satu, ada tujuh yang sudah selesai yakni Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, PLBN Badau, Aruk (di Kalimantan Barat), Motaain, Matamasin, Wini (di Nusa Tenggara Timur), dan Skouw (Papua).
Pembangunan tahap tersebut meliputi bangunan utama PLBN, bangunan pemeriksaan terpadu, rumah pompa, bangunan gudang sita, car wash, check point, serta Hardscape dan Kawasan.
Sementara untuk tahap II dengan kontrak multiyears atau anggaran tahun jamak 2017-2018 akan dibangun perumahan petugas kepabeanan, keimigrasian, karantina, pengamanan, rumah ibadah, tempat makan, Wisma Indonesia, gedung serbaguna, kantor pengelola, serta pekerjaan pendukung lainnya.
Baca juga Berbenah di Lintas Batas RI Ambisi Jokowi Jalan Perbatasan RI Mulus di 2019 Beragam Kesulitan Bangun Infrastruktur Perbatasan Melihat Dua Ikon Jembatan di Daerah Perbatasan Mengintip Video Pembangunan Lintas Batas RI
