Konten dari Pengguna

PLASTIC REBORN UNTUK WUJUDKAN DUNIA TANPA SAMPAH

Annisa Budiarti

Annisa Budiarti

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Annisa Budiarti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia sebagai penyumbang sampah terbesar, pastinya menjadi masalah bersama bagaimana caranya mengelola sampah terutama sampah plastik. Kalau melihat ke TPA dengan sampah yang menggunung sepertinya sebentar lagi sudah over capacity, sudah waktunya kita berpikir bagaimana cara mengelola sampah.

Coca-Cola melalui Plastic Reborn ingin mewujudkan visi WORLD WITHOUT WASTE. Sebagai perusahaan minum kemasan Coca-Cola ingin mengurangi dampak limbah kemasan pada lingkungan melalui program Plastic Reborn ini. Melalui Plastic Reborn 1.0 Coca-Cola mengedukasi para siswa dan juga memfasilitasi pengumpulan sampah botol plastik yang kemudian dikelola dan di proses menjadi sesuatu yang lebih berguna dan memiliki nilai komersial.

COCA-COLA PLASTIC REBORN 2.0 INI BEKERJASAMA DENGAN PATA PENGGIAT USAHA DI BIDANG SAMPAH.
zoom-in-whitePerbesar
COCA-COLA PLASTIC REBORN 2.0 INI BEKERJASAMA DENGAN PATA PENGGIAT USAHA DI BIDANG SAMPAH.

Dari Plastic Reborn 1.0 ini dipelajari bahwa dasar pengelolaan sampah yang berkelanjutan adalah pengumpulan sampah / WASTE COLLECTION yang tepat. Maka di Plastic Reborn 2.0 fokus utamanya adalah kolaborasi dengan para STARTUP penggiat sampah, untuk membangun alur sistem persampahan yang lebih efisien dan daur ulang yang lebih baik.

PLASTIC REBORN 2.0 SEBAGAI VISI COCA-COLA UNTUK DUNIA TANPA SAMPAH

Pada Webinar Plastic Reborn 2.0: Kolaborasi Anak Muda Penggiat Sampah Bapak Triyono selaku Wakil Ketua Pelaksana Coca-Cola Foundation Indonesia menyatakan bahwa visi Coca-Cola di tahun 2030 adalah mewujudkan World Without Waste. Untuk mewujudkan visi ini Coca-Cola menggunakan tiga pilar yaitu Design-Collect dan Partner. Dari segi Design, di Indonesia Coca-Cola telah membuat seluruh kemasan Coca-Cola dari bahan daur ulang dan mengurangi pemakaian bahan baku dari plastik virgin hingga 10 ton dalam rangka waktu 10 tahun.

Di pilar Collect ini Coca-Cola melakukan pengumpulan sampah yang baik agar kemudian dapat dikelola kembali. Karena seperti yang dipelajari dari Plastic reborn 1.0 pengumpulan sampah yang baik sangat mendukung proses recycle-upcycle. Dalam Plastic Reborn 2.0 bersama Ancora Foundation mendorong kerjasama antara para start-up penggiat sampah, untuk mewujudkan proses pemungutan sampah yang lebih baik dan efisien. Yaitu dengan MallSampah,Gringgo dan Clean Up.

PARA START UP PENGGIAT SAMPAH DI PLASTIC REBORN 2.0

Plastic Reborn 2.0 ini termasuk dalam pilar Partner, berkolaborasi dengan para anak muda penggiat sampah. Permasalahan sampah ini lebih mudah terselesaikan dan juga lebih efisien untuk pengumpulan dan pengelolaannya.

Program Plastic Reborn 2.0 ini menghasilkan kolaborasi antara para startup yang terpilih. Kolaborasi ini menghasilkan inovasi baru yaitu dengan terwujudnya "MIXED WASTE" yaitu antara MallSampah dan Clean Up, selain itu juga "Smart Waste Platform" yaitu collab antara Clean Up dan Gringgo.

Coca-Cola menerapkan Ekonomi Sirkular dalam program Plastic Reborn ini. Karena Ekonomi Sirkular seperti yang kita tahu adalah proses ekonomi yang berkesinambungan yaitu Membuat, Menggunakan dan Mengelola. Dengan menerapkan Ekonomi Sirkular ini Produk Coca-Cola yang dihasilkan setelah digunakan tidak berujung menjadi sampah namun dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang bernilai bisnis tinggi. Bahkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang baru. Ekonomi Sirkular ini menunjukkan komitmen Coca Cola dalam menjalankan bisnis yang sustainable dan bertanggung jawab.

Coca-Cola Indonesia sebagai anggota dari PRAISE ( Packaging and Recycling Association For Indonesia Sustainable Environment) menginisiasi Packaging Recovery Organization atau disebut dengan PRO. Yaitu untuk berkolaborasi dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan sebagai salah satu penanganan kemasan pasca konsumsi di Indonesia. Program PRO ini terbukti meningkatkan tingkat pengumpulan dan pendaurulangan kemasan pasca konsumsi.

Coca-Cola juga mulai memilih menggunakan Clear Bottle Packaging karena menurut Bapak Triyono plastik kemasan bening tersebut lebih tinggi nilai manfaatnya dan juga lebih mudah di daur ulang.

Plastic Reborn 2.0 ini membuat para penggiat usaha di bidang sampah semakin berkembang. “Co Founder” dan CEO MallSampah Adi Saifullah Putra mengatakan bahwa MallSampah semakin berkembang, sampai saat ini ada sekitar 10.000 user. Selain itu juga Mall Sampah ini selain web sudah ada di aplikasi IOS dan juga Android. Iqra Saputra Nur sebagai Co-Founder dan General Manager Clean Up Indonesia mengatakan setelah Plastic reborn 2.0 ini kapasitas waste collector semakin meningkat. Selain itu kolaborasi antara dua usaha Mall Sampah dan Clean Up yang bernama MIX WASTE menciptakan sebuah sirkular bisnis. Pengangkutan sampah jadi lebih efektif dan juga dapat sekaligus memungut sampah sekaligus recycle. Kolaborasi Clean Up dan Gringgo bernama "Smart Waste Platform" , Platform ini membantu menciptakan transparansi dan efektivitas yang lebih baik bagi para pekerja sampah. Melalui CLEAN UP, GRINGGO telah berkembang kawasan operasionalnya, di wilayah Kabupaten GOWA Sulawesi Selatan.

Pasar saat ini sedang bergerak ke arah Ramah Lingkungan. Sedikit demi sedikit masyarakat mulai sadar akan efek buruk penumpukkan sampah. Saat Eco Friendly Living ini berkembang kesempatan untuk para penggiat usaha daur ulang untuk lebih maju dan berkembang. Bahkan seharusnya para pelaku usaha lain pun harus mulai memikirkan agar usahanya juga ramah dengan lingkungan. Program Plastic Reborn 2.0 ini telah sukses menunjukkan peningkatan jumlah sampah yang dikumpulkan dan dikelola. Semoga ini bisa menjadi role model bagi anak muda lainnya untuk semangat menjadi penggiat sampah.